Gelar Pendidikan Dasar Keorganisasian, Pengurus Komisariat UIN SMH Banten Tekankan Peran Aktif IKMBP

  • Whatsapp

Sabdanews.net, Serang Raya – Pendidikan Dasar Keorganisasian (PENDEKAR) IKMBP Komisariat UIN SMH Banten sukses di gelar, di yayasan SD Al-Qur’an Amirul Mukminin Kecamatan Pulo Ampel, pada 9-11 April. Meski pada musim pandemi Covid 19, Perkaderan IKMBP tetap berjalan dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat.

Pendekar berjalan dengan kondusif dan lancar diikuti sekitar 25 peserta dari 5 Kampus di seluruh Indonesia. Sebelum Pendekar dimulai, kemarin di gelar Perkenalan Anggota Baru (Prabu) di Kecamatan Bojonegara.

Bacaan Lainnya

Hayumi selaku Sekretaris Jendral Pengurus Pusat IKMBP Periode 2013-2015 dan Humas Universitas Primagraha hadir secara langsung dalam penutupan acara Pendekar. Selain itu, turut hadir Pengurus Pusat IKMBP seperti Ari Dailami selaku Ketua Umum, Abdul Aziz Ketua Bidang Pemberdayaan Aparatur Organisasi berserta Wasekjennya Safrudin, tak hanya itu Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) Wahyu Anugerah Pratama, Wasekjen Bidang Sosial Kemasyarakatan dan Budaya Ahmad Saefullah dan Rohmanul Hakim sebagai Ketua Bidang Hukum dan HAM serta seluruh Ketua Umum Komisariat Se-naungan Pengurus Pusat.

Ketua Panitia Pendidikan Dasar Keorganisasian (PENDEKAR) Ahmad Suheli, mengucapkan terimakasih kepada para Alumni dan Pengurus Pusat IKMBP yang sudah hadir serta panitia yang sudah berkontribusi tenaga, pikiran dan waktunya pada acara Pendekar Komisariat UIN SMH Banten, dan ucapan terimakasih juga kepada para peserta Pendekar yang sudah mengikuti acara pendekar selama tiga hari dua malam.

“InsyaAllah panitia sudah memastikan semua peserta Pendekar dalam kondisi sehat, karena kami juga menyiagakan divisi kesehatan. Adapun jumlah peserta yang sudah masuk atau daftar di panitia sebanyak 40 peserta, Yang mengikuti sebanyak 27 orang, namun yang lulus hanya 25 peserta. 2 peserta di nyatakan tidak lulus karena tidak memenuhi syarat dan ketentuan panitia. Rincian peserta yang lulus sebanyak 25 orang tersebut, yaitu: 19 dari UIN SMH Banten, 2 dari UNTIRTA, 1 dari UNISBA (Universitas Islam Bandung), 2 dari Politeknik Input Serang dan 1 orang dari Universitas Faletehan,” jelas Eli.

Ketua Umum IKMBP Komisariat UIN SMH Banten, Ahmad Suherman, menyampaikan bahwa Pendidikan Dasar Keorganisasian (Pendekar) adalah suatu Pengkaderan Mahasiswa yang berdomisili di Bojonegara dan Pulo Ampel yang bertujuan untuk Membentuk Insan Akademis yang Berintelektual, Kreatif, Inovatif, Kritis dan Berakhlakul Karimah serta Bertanggung Jawab untuk Mewujudkan Masyarakat yang Adil dan Makmur.

“Berpikir kritis dan tanggap terhadap lingkungan sekitar merupakan kesadaran dari mahasiswa sebenarnya. Saya menyadari bahwa pada masa-masa seperti ini, kepekaan dan daya kritis mahasiswa mengalami kemerosotan, terlalu banyak mahasiswa yang merasa bahwa hidupnya cukup hanya duduk di kelas, sistem perkuliahan pun seakan mendukung bahwa mahasiswa yang “sempurna” adalah mahasiswa yang “patuh” dan aktivitasnya hanya ada di dalam kelas. Saya tidak bilang bahwa itu adalah hal yang keliru, tapi ketika kawan-kawan semua terjun ke dunia selepas lulus kuliah nanti dan hanya mengandalkan ilmu yang didapatkan dalam kelas, itu tidak cukup,” katanya.

Dengan adanya Pendekar ini, Suherman berharap mahasiswa Bojonegara Pulo Ampel berperan aktif terhadap daerahnya serta kecintaan terhadap organisasinya. “Organisasi ini ibarat sebuah bangunan gedung, dan kaderisasi adalah pondasinya,” harapnya.

Ketua Umum Pengurus Pusat IKMBP, Ari Dailami meminta kader Ikatan Mahasiswa Bojonegara Pulo Ampel (IKMBP) harus adaptif terhadap perubahan zaman. Ari juga berharap kader IKMBP mampu meneruskan dan mewujudkan cita-cita pendirinya. Yakni, untuk menyelaraskan kedaerahan, kebangsaan dan keagamaan, memperkokoh persatuan daerah dan menjadi pilar penyokong integrasi bangsa dari daerah.

“Kami ucapkan selamat datang para Pendekar (kader) baru di Keluarga Besar IKMBP. Karena peserta pendekar sudah menjadi kader IKMBP maka Kita harus terus mengasah kepekaan, adaptif terhadap perubahan dan lincah terhadap perubahan. Sigap mengambil keputusan, peluang, cepat, dan tegas dalam bertindak, ini berlaku untuk seluruh kader IKMBP bukan hanya kader baru saja,” kata Ari saat penutupan PENDEKAR IKMBP Komisariat UIN SMH Banten.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi bangsa semakin besar seiring dengan adanya era disrupsi. Oleh karena itu, ia mengajak para kader untuk tidak terpaku pada kebesaran dan/atau kekurangan masa lalu IKMBP.

“IKMBP harus terus tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kepemudaan yang inovatif dan adaptif. Membuka diri dan adaptif terhadap hal-hal yang baru, mengingat IKMBP adalah organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan satu-satunya di Kecamatan Bojonegara dan Pulo Ampel,” ujar Ari.

Ari mengatakan, penguasaan ilmu dan teknologi untuk kader-kader IKMBP adalah wajib, sebab IKMBP merupakan laboratorium kepemimpinan generasi muda yang akan ikut menentukan maju atau mundurnya Indonesia di masa depan.

Selain itu, Ari juga menjelaskan, bahwa kreativitas dan inovatif dalam tujuan IKMBP merupakan bagian tak terpisahkan dari pemikiran yang kritis dan sivitas akademika kampus (intelektualitas) terutama mahasiswa, dimana kreativitas merupakan kemampuan untuk menghasilkan hal baru yang belum pernah ada sebelumnya.

“Kader IKMBP dituntut untuk menghasilkan hal baru yang di dapat berasal dari proses imajinatif dari penciptanya yaitu kader IKMBP sendiri, dapat juga berasal dari informasi dan pengalaman sebelumnya mengenai hal yang akan diciptakan, kemudian kader IKMBP melakukan penggabungan dan pembaharuan dari karya maupun gagasan yang pernah ada untuk menghasilkan karya maupun gagasan yang baru,” jelasnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Hayumi selaku Alumni IKMBP, mengucapkan apresiasi kepada seluruh Pengurus Pusat maupun Komisariat UIN atas konsistensinya menghidupkan kaderisasi IKMBP.

“Kader-kader IKMBP tidak boleh merasa puas di proses Pendekar saja, namun terus menempa diri dan selalu haus akan ilmu pengetahuan. Dirinya juga menjelaskan bahwa di IKMBP bukan hanya kekuatan intelektual yang dimiliki kader maupun alumni IKMBP. Namun, ikatan kultur kekeluargaan antara Orang tua, Kakak dan Adik juga menjadi kekuatan tersendiri dan merupakan kekayaan dari organisasi kedaerahan dan berlambang warna Putih Hitam tersebut.” Ucap Hayumi. (rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *