Inovasi dan Digitalisasi Marketing sebagai Kunci Strategi Bisnis UKM Kota Cilegon

  • Whatsapp

Sabdanews.net, Cilegon – Semenjak pandemi COVID-19 terjadi pada tahun 2019 lalu, banyak sektor ekonomi domestik dan global yang terpengaruhi. Dampak pandemi paling terasa terjadi pada sektor usaha kecil dan menengah (UKM). Sektor UKM menjadi prioritas yang perlu diberik dukungan untuk dapat terus berkembang dalam menghadapi masa transisi, dari offline dan online.

Mendukung sektor UKM  untuk bersaing di dunia digital, JNE mengadakan gelaran webinar JNE Ngajak Online 2021 – Goll…Aborasi Bisnis Online 2021 Kota Cilegon. Melalui webinar online ini diharapkan UKM di Indonesia, khususnya di Cilegon dapat mengembangkan kemampuan bersaing di dunia digital, baik dalam skala nasional dan global.

Bacaan Lainnya

Acara webinar dibuka oleh Herry Herbowo selaku Branch Manager JNE Cilegon, ia menyampaikan JNE terus berupaya mendukung UKM Kota Cilegon untuk go digital dan go internasional.  Caranya dengan memfasilitasi konsumen nya dengan berbagai program dan layanan yang juga akan memudahkan para UKM.

“JNE Cilegon berkolaborasi dengan seller dengan program berjudul “UMKM Naik Kelas”. Program yang ditawarkan adalah program JLC atau JNE Loyal Card serta free pick up tanpa minimum jumlah barang. Peningkatan layanan juga dilakukan dengan tetap melakukan pelayanan selama libur lebaran. Persiapan yang dilakukan yaitu dengan menambah dalam sisi SDM dan armada, juga menambah jam pelayanan menjadi 24 jam.” jelas Herry dalam virtual webinar Goll…Aborasi Bisnis Online Kota Cilegon pada Jumat (30/04/2021).

Herry menambahkan, di bulan Ramadhan ini JNE Cilegon juga mengadakan program potongan harga ongkos kirim bertajuk Gelay yaitu Gema April Ramadhan Day yang diadakan dari tanggal 26 April sampai dengan tanggal 5 May 2021.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Owner Elye Craft Linda Yuli Yani mengatakan, di era digital saat ini banyak yang harus dilakukan oleh pelaku usaha agar naik kelas. Contohnya seperti melakukan inovasi dan menganalisa peluang pasar. Hal ini dilakukan agar pemilik bisnis dapat terus mengembangkan bisnisnya terlebih saat dilanda pandemi COVID-19.

“Saya mengembangkan bisnis yang dari awalnya hanya satu produk yaitu bros hijab merambah menjadi supplier kreasi aksesoris lalu ke ke tas hias juga yang terbaru adalah makramin. Awal pandemi, karena terjadi penurunan penjualan, inovasi pun dilakukan untuk dapat membuat Elye Craft bangkit kembali,” tutur Linda.

Tidak hanya inovasi, pemasaran digital saat pandemi juga sangat diperlukan. Salah satu tujuan utama dari digital marketing adalah menjangkau target pelanggan dengan lebih efisien dan efektif melalui media digital yang ada. Digital marketing diharapkan dapat merangkul konsumen secara lebih cepat, tepat dan luas. Hal tesebut juga disadari oleh Azzam Riyadi, Owner Getzke Footwear yang mengembangkan bisnis insole yang menjadi satu-satunya merek produk insole di Indonesia ke produksi sepatu 2 tahun belakangan ini.

Azzam menilai perubahan pola bisnis yang sekarang ini sudah instan menuntut produk nya untuk terjun ke digital marketing, “Kita harus terus dapat mengikuti arus jika tidak ingin tergerus, karena tanpa kita sadari pandemi covid-19 telah menghasilkan dunia transaksional baru di dunia industri dan bisnis yaitu digitalisasi transaksi. Pandemi juga telah membunuh raksasa lama namun juga telah menghasilkan raksasa baru, “ pungkas Azam.

Sebagai informasi, Tegal merupakan kota ke-20 dari gelaran webinar JNE Ngajak Online 2021 – Goll…Aborasi Bisnis Online 2021 yang sebelumnya telah dilakukan di Depok. Gelaran webinar ini turut hadir dalam rangka memperingati hari jadi kota Cilegon yang ke-22 pada 27 April 2021. Setelah Kota Cilegon, gelaran roadshow ini akan kembali hadir di kota Semarang pada 1 Mei 2021. Roadshow di 60 kota di seluruh Indonesia, JNE Ngajak Online 2021 dimulai pada 26 Januari 2021 di Samarinda dan akan berakhir pada 29 Desember 2021 di Ternate.

 

ASR

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *