Walikota Serang Sebut Pemulihan Ekonomi Terganggu Karena Intruksi Penutupan Tempat Wisata

Walikota Serang Sebut Pemulihan Ekonomi Terganggu Karena Intruksi Penutupan Tempat Wisata

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on tumblr

Sabdanews.net, Serang Raya – Wali Kota Serang Syafrudin menyebut, bahwa pemulihan ekonomi di Kota Serang terganggu dengan adanya Instruksi Gubernur Banten Wahidin Halim, tentang penutupan sementara destinasi wisata.

Hal ini disampaikan Syafrudin seusai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Penyebaran Covid-19, antara Pemerintah Provinsi Banten dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Banten, melalui zoom meeting, Rabu (19/5/2021).

Syafrudin mengatakan, kebijakan yang dikeluarkan Gubernur Banten itu, terkesan tergesa-gesa. Karena hanya melihat kondisi lonjakan wisatawan di daerah Anyer dan Cinangka tidak melihat kondisi di Kabupaten/Kota lainnya.

“Sedangkan di Kota Serang meski ada lonjakan, tetapi tidak signifikan seperti Anyer dan Cinangka. Kita sudah terapkan protokol kesehatan yang benar. Kemudian sudah dibuat perjanjian dengan para pengelola wisata. Kalau melebihi kapasitas yang ditentukan, akan ditutup,” kata Syaftudin.

Karena itu, Syafrudin mengusulkan agar Gubernur Banten mengkaji ulang soal instruksi penutupan sementara wisata ini. Sehingga tempat wisata tetap dibuka, namun tetap diperketat protokol kesehatannya.

“Kami mengusulkan untuk dikaji ulang, karena pemulihan ekonomi pasti akan terganggu. Tempat wisata minta tetap dibuka, perketat protokol kesehatan dan kapasitas pengunjung harus seusai kapasitas tempat wisatanya sebanyak 50 persen,” ucapnya.

Kata Syafrudin, hal ini disampaikan kepada Gubernur Banten lantaran banyak masyarakat Kota Serang yang mengeluh atas penutupan wisata ini. Terlebih instruksi ini, memicu konflik antara petugas dengan masyarakat. Apalagi masyatakat pedagang untuk modal dagangannya ini ada yang dapat mengutang.

“Banyak yang mengeluh baik ke kami maupun Kadis Pariwisata. Ini juga memicu konflik antara petugas dengan masyarakat, petugas ingin menutup sedangkan masyarakat ingin buka. Karena masyarakat juga mungkin modalnya ini dapat ngutang dan sebagainya,” Tegasnya.

(Asr)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mari inspirasi dunia dengan pandangan brilianmu bersama Sabdanews!