Polres Cilegon Amankan 2078 Ekor Jenis Satwa Burung Yang Dilindungi

Polres Cilegon Amankan 2078 Ekor Jenis Satwa Burung Yang Dilindungi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on tumblr

Sabdanews.net, Cilegon – Satreskrim Polres Cilegon bersama anggota KSKP Merak menangkap kendaraan yang mengangkut satwa burung yang akan menyebrang dengan menggunakan kapal Ferry dari Pelabuhan Bakauheni Lampung menuju Pelabuhan Merak. Kamis (10/6/2021)

Kapolres Cilegon AKBP, Sigit Haryono, S.IK., SH., dalam hal ini diwakilkan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cilegon Polda Banten, AKP Arief Nazarudin Yusup S.IK., SH., MH., menjelaskan bahwa anggota Polsek kawasan pelabuhan Merak mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada kendaraan yang membawa burung yang dilindungi, atas informasi tersebut personil langsung menunggu di dekat dermaga setelah kapal tiba dan sandar di Pelabuhan Merak, petugas langsung mengamankan kendaraan satu (1) unit mobil Truck Colt Diesel merek Mitsubishi warna kuning dengan plat nomor BE 8401 BX

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengecekan ternyata didalam mobil terdapat 2078 ekor burung satwa yang di dalam box kardus dan plastik, selanjutnya sopir beserta kendaraan di bawa ke Polsek KSKP Merak.” Ungkap Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Arief.

Arief menjelaskan, menurutnya burung tersebut dibawa dari daerah Lampung akan menuju daerah Cikande Serang – Banten, dan barang bukti yang diamankan adalah, burung jenis Cibleck dengan jumlah 945 ekor, burung jenis Gelatik dengan jumlah 320 ekor, burung jenis Jacko dengan jumlah 589 ekor, burung Trocok dengan jumlah 200 ekor, burung jenis Pentet dengan jumlah 24 ekor dan burung Poksay dengan jumlah 5 ekor

Setelah itu Polsek KSKP Merak diserahkan kepada Satreskrim Polres Cilegon untuk dilakukan pendalaman dan pendataan kembali dengan berkordinasi dengan pihak balai koservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Dinas Karantina Pertanian Kota Cilegon

Tindak Pidana setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengankut, dan memperniagakan Satwa yang dilindungi dalam keadaan Hidup maupun mati.

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 Jo Pasal 21 ayat (2) huruf (a) dan (b) Undang-Undang Negara Republik Indonesia No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya

“Selanjutnya kami lakukan koordinasi dengan balai konservasi sumber daya alam Hayati (BKSDA), melakukan koordinasi dengan dinas karantina pertanian Kota Cilegon untuk sempel kesehatan satwa burung, mendata kembali satwa burung serta mengamankan barang bukti. Pasal 40 Jo Pasal 21 ayat (2) huruf (a) dan (b) Undang Undang RI No. 05 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem nya,” Jelasnya.

Asr

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mari inspirasi dunia dengan pandangan brilianmu bersama Sabdanews!