TAK KAN BISA CUKUP, JIKA TAK KAU CUKUPKAN

TAK KAN BISA CUKUP, JIKA TAK KAU CUKUPKAN

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on tumblr

TAK KAN BISA CUKUP, JIKA TAK KAU CUKUPKAN

( Oleh : Eteh Kiyah )

“Manusia adalah makhluk yang tak pernah bisa puas. Satu hal yang mampu membatasi kepusannya yang kadang tak terbatas itu adalah rasa syukur. Karena satu, akan lebih baik daripada dua”

 Awalnya ingin satu, lalu berusaha sampai dapat. Setelah dapat, lalu ingin dua. Setelah berusaha dan mendapatkan dua, malah bosan, akhirnya cari lagi yang ketiga. Begitu seterusnya. Sampai lelah.

Setelah lelah apakah ia akan berhenti? Atau harus menunggu lelah dan bosan baru mau berhenti? Entahlah. Itulah manusia. Manusia memang selalu begitu. Banyak maunya dan setiap ada maunya pasti banyak. Bingung. Entah apa sebenarnya yang manusia cari?

Pemuasan hawa nafsu dan keserakahan, menjadi manusia lupa bahwa apapun yang dia miliki bukanlah miliknya. Mungkin bukan lupa, melainkan terlalu pongah untuk mengakuinya, padahal jelas-jelas ia tahu. Alasan yang sering dipakai oleh manusia untuk mengesahkan sikap ini adalah sikap yang benar adalah ‘pencarian akan kebahagiaan’ omong koksong!

Alasan itupun bahkan tidak bisa ia pertanggungjawabkan kebenarannya. Mencari kebahagiaan dengan cara menyakiti oranglain? Merugikan kehidupan oranglain? Bahagia seperti apa itu? Tidak bisakah ia menetap pada satu pilihan saja? Tidak bisakah ia mencoba bahagia pada satu tempat saja? Tidak bisakah ia berteduh disatu rumah saja? Tidak bisakah ia tinggal disatu hati saja? Tidak bisakah manusia berlaku setia?

Menjadi manusia memang harus siap berhadapan dengan banyak pilihan. Dan untuk setiap pilihan, manusia dituntut wajib mampu mempertanggungjawabkannya. Untuk itu, proses menjatuhkan pilihan seharusnya sudah melewati proses pemikiran yang matang dan tepat, sehingga tidak salah pilih, sehingga tidak menyesal dan ingin putar balik ditengah jalan.

Ketika kau memutuskan untuk memilih hati dan menjatuhkan pilihan, putuskanlah dengan hati dan pikiran jernih, dengan kesadaran penuh, bukan setengah-setengah. Ikrarkan bahwa satu adalah lebih baik dibandingkan dua.

Ini tentang merasa cukup hanya pada satu hati. Satu rumah. Satu jiwa dan satu cinta. Ini tentang caramu bersyukur pada apa yang sudah kau punya, meski hanya satu. Ini tentang caramu menghargai satu yang sudah kau pilih. Ini tentang tanggungjawabmu pada satu yang sudah kau tetpakan dulu.

Mereka yang tak pernah bisa puas dengan hanya satu, akan terus mencari yang kedua, ketiga, keempat dan seterusnya. Proses pencarian ini tak kan pernah bisa berhenti jika ia tak menghentikan sendiri. Perasaan tak pernah cukup, hanya akan menjadi cukup jika ia belajar merasa cukup.

Mengandalkan satu hati sebagai tempat kita menumpahkan segala rasa, cinta, sayang, sedih, bahagia, nyaman dan aman adalah lebih baik. Tak ada yang salah dengan dua, jika kamu merasa mampu menjadi untuk membagi satu menjadi sempurna dua. Tidak setengah. Namun, apakah yang mampu menjadi pengukur kedalaman hati seorang manusia? Hati tak berbentuk nominal. Ia bukan angka yang mampu terbagi menjadi angka pasti. Hati adalah tempat paling absurd yang takan pernah bisa terjemah dengan indra manusia. Sama absordnya dengan kebahagiaan.

Satu hal yang perlu kita ingat, untuk memiliki sesuatu kita harus rela melepaskan yang lain. Dan bagaimana bisa kamu mengambil dua tanpa berpikir satu lainnya akan perlahan terpecah?

Jatohkan logika jika kamu mulai bicara hati. Hati selalu mampu membuat patah logika, selogis apa pun logika itu. Untuk mampu menyelami hati, tak ada cara lain selain menggunakan hati, bukan logika.

Jadilah manusai yang mampu bersyukur. Kamu ingin bahagia? Maka ciptakanlah bahagia itu. Carilah bahagia itu ditempatmu bukan ditempat lain. Jika ingin ketempat baru, maka tak mau. Kamu harus tinggalkan tempat lama. Itu hukumnya.

Tak ada perjalanan hati yang selalu mulus, terhindar dari keretakan, dari kepatahan. Namun, mereka yang mampu belajar adalah mereka yang bisa menambal keretakannya, memperbaiki patahannya dan membuat hati mereka menjadi jauh lebih kuat dari sebelumnya.

At least. Selingkuh adalah pilihan yang hanya diambil oleh manusia bodoh. Manusia yang belum mencapai kadar kemanusiaanya. Jadilah terhormat dengan setia pada pilihan yang sudah kau putuskan. Seburuk apapun pilihanmu, lepaskanlah ia dengan cara baik, sebaik kamu mengambilnya sebagai pilihanmu dulu. Janganlah memilih jadi manusia tidak terhormat dengan tidak menghormati hati yang kau pilih.

Pengkhianatan adalah cara terhina yang bisa dilakukan manusia pada manusia lainnya. Dan untuk pengkhianatan tak ada balasan lain yang paling baik selain pemaafan dan pengabaian.

“Karena mendua adalah pekerjaan manusia yang tak paham arti mencinta dan menjadi setia

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mari inspirasi dunia dengan pandangan brilianmu bersama Sabdanews!