Bayi 3 Bulan Asal Serang Penderita Hidrosefalus Butuh Uluran Tangan

Bayi 3 Bulan Asal Serang Penderita Hidrosefalus Butuh Uluran Tangan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on tumblr

Sabdanews.net, Serang Raya – Sangat malang nasib Mita ananda sari, Seorang bayi perempuan yang baru berusia 3 bulan menderita penyakit Hidrosefalus, warga Desa Pasir Limus, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten.

Mita Ananda Sari merupakan anak kedua dari pasangan Masduki (28) dan Aas (23)  kini harus menumpang sementara bersama neneknya.

Saat disambangi sejumlah awak media. Terlihat. Mita Ananda Sari, menahan sakit luar biasa akibat menderita penyakit Hidrosefalus tersebut. Ia hanya bisa berbaring tanpa bisa bermain seperti layaknya anak anak seusia dia yang bisa dilakukan hanya bisa menangis dan terdengar suara batuk batuknya disela-sela pangkuan ibunya.

Menurut pantauan Aas, penumpukan cairan di rongga otak yang dialami anaknya itu sudah terlihat sejak berusia 2 bulan, dimana penumpukan cairan tersebut mengakibatkan tekanan pada otak yang membuat ukuran kepala membesar.

Sejak penghidap penyakit ini Mita Ananda Sari harus rutin ke rumah sakit sampai harus menjalan operasi di RSUD Drajat, Serang, dikarenakan alatnya rusak menurut dokter, maka dirujukan ke Rumah Sakit Kartini, Rangkas Bitung, Lebak, Banten.

Kembali dari peninjauan awak media, terlihat Mita Ananda Sari hanya bisa berbaring di tempat tidurnya. Mita Ananda Sari juga harus menangis kesakitan ketika buang air kecil atau air besar saluran saluran selang yang terhubung kepalanya itu kerap mengeluarkan cairan bersamaan saat dia buang air.

Sungguh mederita yang dirasakan Mita Ananda Sari, terlebih kehidupan kedua orang tuanga yang serba kekurangan. Balita yang semestinya bermain dengan cerita harus berjuang melawan perihnya penyakit yang dia derita.

Disebutkan, Masduki ayah Mita Ananda Sari, kesehariannya adalah bekerja sebagai serabutan harian dan penghasilannya pun tak sebanding dengan beban yang harus ia tanggung demi mengobati buah hatinya itu. Masduki rela pulang pergi dari pekerjaannya

Ironisnya lagi, Aas, ibunda Mita Ananda Sari, ini ternyata juga menderita kelumpuhan pada kaki. Ia menderita kelumpuhan tersebut sudah cukup lama dan harus menggunakan tongkat buatan suaminya yang berbahan kayu untuk berjalan dan melakukan berbagai aktivitas.

Terlebih Aas pun beraktivitas ekstra dalam mengasuh dan merawat Mita Ananda Sari anak kedua itu setiap hari, Ia hanya bisa berharap dan berdoa semoga ada tangan – tangan dermawan yang bisa meringankan beban keluarganya.

“Sebenarnya kami mau pulang kampung, tapi karena harus rutin periksa Mita Ananda Sari makanya gak bisa pulang,” ucap Aas.

Di sisi lain, Aas mengatakan pengobatan untuk anaknya ini tidak hanya selesai di Serang, Banten Bahkan dalam waktu dekat mereka akan di rujuk menuju rumah sakit yang ada di Rangkas Bitung, Lebak.

“Kami ini dari kampung, untung aja disini ada keponakan yang bisa antar kami kesana kemari , kalau keserang maka kami tidak ada sanak saudara disana, takut dan bingung nantinya di sana harus tinggal di mana,” ucapnya.

Hal yang lebih Aas, takutkan lagi, tidak lain Uang simpanannya untuk berobat Mita ananda sari, sudah sangat menipis. Sementara sang suami masih terus bekerja keras mencari nafkah dan biaya untuk pengobatan itu.

“Kami orang miskin seperti ini hanya bisa berharap, semoga ada yang mau membantu kami untuk mengobati Mita Ananda Sari,” harapnya dengan raut wajah sedih, Minggu, (18/7/2021).

 

Penulis: ASR

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mari inspirasi dunia dengan pandangan brilianmu bersama Sabdanews!