Presiden Jokowi Kenakan Seragam Suku Badui Saat Sidang Tahunan MPR, Sejarawan Banten : Kami Warga Banten Bangga!

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on tumblr

Sabdanews.net, Serang Raya – Tokoh Sejarawan Banten, H. Khatib Mansur mengapresiasi Presiden Jokowi yang telah mengenakan pakaian khas orang Kanekes atau yang lebih dikenal suku Baduy pada sidang tahunan MPR, Jakarta, Senin (16/8/2021).

 

"Saya dan kami warga Banten bangga Presiden Jokowi mengenakan pakaian adat Baduy saat pidato kenegaraan, saya juga pribadi mendukung dan bersyukur atas apa yang dilakukan pak presiden, menurut saya ini akan meningkatkan etos kerja warga baduy karena merasa diakui sebagai anak bangsa,” tutur H. Khatib Mansur saat ditemui oleh tim sabdanews di kediamannya, Cilegon. Kamis, (19/08/2021).

Baca juga  Lagi, Gempa Bumi Berkekuatan 5, 1 Magnitudo Guncang Lebak Banten

 

Ia juga menilai selama ini Presiden Jokowi selalu perhatian pada masyarakat adat, hal itu ia tunjukan dengan selalu mengenakan pakaian adat nusantara pada beberapa agenda kepresidenan. Bahkan, menurutnya selama periode Presiden Jokowi adat dan kebudayaan di Banten terus berkembang, baik itu kesenian tradisional, pakaian dan lain-lain, serta kondisi di Baduy juga selama ini selalu baik dan tidak ada masalah.

 

“Saya kira kalau ada yang menilai rusaknya hutan di Baduy disebabkan oleh pemerintah yang tidak perhatian itu keliru. Justru pemerintah sudah bekerja keras menyelesaikan persoalan penambangan ilegal di wilayah sana,” ucap pria yang juga pemerhati budaya lokal itu.

Baca juga  Mulai Hari Ini, HET Minyak Goreng Kemasan Rp 14 Ribu Tidak Berlaku

 

Selain itu, ia juga menilai inovasi yang dilakukan Presiden Jokowi yang mengenakan pakaian adat pada agenda kenegaraan merupakan terobosan yang luar biasa. Hal tersebut dapat meningkatkan semangat, kreatifitas dan etos kerja masyarakat adat dan menujukan pada dunia bahwa Indonesia kaya akan budaya.

 

“Presiden Jokowi ini presiden pertama yang mengenakan pakaian adat Baduy saat agenda kenegaraan, mungkin bisa jadi nantinya seba Baduy diselenggarkan di Istana,” ujarnya.

 

Baca juga  Jokowi: PPKM Darurat Akan Dihentikan Apabila Kasus Covid-19 Menurun

“Bahkan, Gus Dur (Presiden Abdurahaman Wahid) pasca reformasi juga datang dan silaturahmi ke Baduy,” sambungnya.

 

(Gambar diambil dari Buku "Perjuangan dan Kesaksian Rakyat Banten Menuju Provinsi" Karya Khatib Mansur)

 

Ia berharap dalam pelestarian budaya di Banten diimplementasikan dengan membentuk payung hukum atau peraturan daerah di setiap kabupaten/kota.

 

"Saya berharap momentum tersebut menjadi lonceng peringatan kepada kita semua tentang pentingnya menjaga dan melestarikan nilai-nilaip tradisi peninggalan leluhur kita. Di tengah arus budaya barat, generasi muda harus terus diajarkan budaya bangsanya yang menjadi falsafah bangsa ini agar mereka tidak kehilangan identitasnya,” pungkasnya.

 

Penulis: Agus Salim

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mari inspirasi dunia dengan pandangan brilianmu bersama Sabdanews!