Kasus Korupsi Hibah Ponpes di Banten Memasuki Babak Baru

  • Whatsapp

Sabdanews.net-Serang Raya

Kasus dugaan korupsi duit hibah untuk pondok pesantren di Banten tahun 2018 dan 2020 dengan kerugian negara Rp70 miliar memasuki babak baru. Dalam waktu beberapa hari ke depan kasus yang menjerat lima tersangka itu akan segera dilakukan persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Serang.

Bacaan Lainnya

Menurut informasi yang diterima Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Banten Ivan Siahaan Hebron persidangan akan digelar Rabu, 8 September 2021 siang. “Iya sudah dilimpahkan (berkas perkara hibah ponpes Banten) ke Pengadilan (Tipikor Serang). Rabu ini sidangnya,” kata Ivan saat melalui pesan whatsaap, Minggu (05/9/2021).

Kejati banten melalui Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Banten Ivan Siahaan Hebron menuturkan bahwa  persidangan akan segera digelar hari Rabu, 8 September 2021 siang. “Iya sudah kita  limpahkan (berkas perkara hibah ponpes Banten) ke Pengadilan (Tipikor Serang). Rabu besok sidangnya,” Tutur Ivan saat dikonfirmasi melalui pesan whatsaap,Minggu (05/9/2021).

Jika sebelumnya, terkuak dana hibah disunat dengan angka variatif jutaan rupiah, dalam persidangan nanti akan diungkap hilangnya duit rakyat Banten miliaran rupiah dan ke kantong siapa saja duit tersebut diterima. “Kita akan melihat fakta-fakta persidangan, tidak menutup kemungkinan akan ada pihak lain yang dinilai bertanggung jawab,” ucap ivan.

Diketahui bahwa, kasus korupsi hibah untuk pondok pesantren itu  semenjak tahun 2018 sampai tahun 2020. Tahun 2018 Pemprov Banten menggelontorkan dana sebanyak Rpp66 miliar untuk hibah pesantren sebanyak 3000 lebih. Masing-masing ponpest akan mendapatkan dengan jumlah  Rp20 juta.

Meski masih terdapat ketidak lengkapan laporan pertanggungjawaban dari penerima hibah, Pemprov Banten akan  kembali mencairkan hibah untuk pondok pesantren di tahun 2020 sebanyak Rp117 miliar untuk 4000 lebih pondok pesantren. Masing-masing ponpest pun  mendapatkan Rp30 juta.

Pesantren-pesantren yang menerima hibah menjadi korban penyunatan dana ponpest oleh oknum yang bandel. Potongan hibah tersebut berbagai macam mulai dari jutaan sampai belasan juta. Dari pengakuan beberapa penerima justru malah ‘belah semangka’ atau vivti vivti 50-50. Duit hibah dibagi dua antara oknum bandel dan si penerima. Ponpes penerima terpaksa membuat laporan sesuai dengan nilai hibah yang digelontorkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *