Peduli terhadap Lingkungan, Sejumlah Komunitas Mengadakan Kegiatan Pekan Mungut Sampah

  • Whatsapp

Sabdanews.net, Pandeglang – Rehabilitasi Labuan dan beberapa komunitas melaksanakan Pekan Mungut Sampah (PMS) di Kampung Nelayan 2, Desa Teluk, Kabupaten Pandeglang.

Bacaan Lainnya

Desa Teluk merupakan desa fokus Komunitas Rehabilitasi dan beberapa relawan yang tergabung dalam Labuan Bebas Sampah (LABAS) yang bergerak di sektor Lingkungan Hidup.

Kegiatan yang akan dilaksanakan selama tujuh hari ini sebagai bentuk kepedulian dan bagian proses untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah yang kerap mencemari lingkungan, terkhusus daerah pinggiran pantai.

Ketua Pelaksana Pekan Mungut Sampah (PMS), Dede mengatakan bahwa, kegiatan ini merupaka letupan awal dan bagian daripada proses penyadaran terhadap khalayak umum, terkhusus masyarakat setempat.

“Saya selaku perwakilan daripada panitia berterimakasih terhadap semua pihak yang telah terlibat, terlepas dari komunitas yang ikut serta dalam Pekan Mungut Sampah (PMS) ataupun dari masyarakat setempat” Dalam keterangannya, Sabtu (23/10/21).

Selain itu, Ervin Nizar selaku perwakilan dari Kumandang yang ikut serta dalam kegiatan mengatakan bahwa, kegiatan ini merupakan bagian daripada letupan-letupan kecil untuk kemudian membangun kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup untuk menjaga stabilitas alam, termasuk aksi pemungutan sampah ini.

“Kegiatan yang dilakukan ini musti diberi perhatian lebih oleh pemerintah setempat dan patut diapresiasi, karna bagaimanapun sampah menjadi persoalan yang tidak kunjung selesai sampai saat ini. Maka, kegiatan ini musti dilakukan secara simultan atau terus-menerus untuk kemudian membangun kesadaran masyarakat secara utuh” tandasnya.

Pada saat yang sama, Fikri Jufri selaku penggagas Labuan Bebas Sampah (LABAS) menyampaikan bahwa, kegiatan kita musti ditindak lanjuti dan jangan sampai terputus di tujuh hari yang akan selesai di tanggal 29 mendatang.

“Butuh jangka waktu yang panjang untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup, terkhusus membuang sampah pada tempat yang layak,” ucapnya diakhir pembicaraan.

Kegiatan dihelat sekitar pukul 15.00 hingga pukul 17.00 WIB. Estimasi sampah yang dihasilkan di hari pertama kegiatan berjumlah 60 trashbag.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *