PP Hamas Minta Pemkot Serang Serius Atasi Persoalan TPAS Cilowong

  • Whatsapp

Sabdanews.net, Serang Raya – Pengurus Pusat (PP) Himpunan Mahasiswa Serang (HAMAS) Geram Pemkot Serang lambat dalam menangani perjanjian sampah dengan Pemkot Tangsel. PP Hamas mengkritisi MoU Pemkot Serang dengan Pemkot Tangsel tentang Impor Sampah Cilowong yang pada prakteknya justru malah menimbulkan masalah baru pada masyarakat.

Wakil Ketua Umum PP HAMAS, Dzikri Wahyudin memaparkan bahwa banyak masyarakat yang mengeluhkan persoalan  pengangkutan sampah dari tangsel ke kota serang,  karena truk pengangkut sampah yang melewati jalur menuju TPA cilowong ini sangat bau dan juga meningggalkan jejak cairan sampah yang bau dan mengganggu masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Dengan Perjanjian  MOU yang telah dilakukan oleh Pemkot Tangsel dengan Pemkot Serang, kian kontra di masyarakat,meliat terjadinya penumpukan sampah di TPSA Cilowong ini menjadi banyak dan lebih parah lagi, muncul aroma tak sedap penumpukan sampah sehingga mengakibatkan terganggunya aktivitas masyarakat cilowong kurang relevan,” ujar Dzikri. Minggu, (31/10).

Selain itu, Dzikri menambahkan setelah menyepakati perjanjian dengan Pemkot Kota Serang ini belum ada perubahan yang signifikan pada TPAS Cilowong, ia menilai sarana dan prasarana TPAS Cilowong masih begitu memprihatinkan.

“Kalaupun ingin menyepakati perjanjian MOU dari Tangsel dengan Pemkot Serang seharusnya PemKot Serang harus bisa memikirkan terlebih dahulu, apa lagi meliat tempat sampah yang berada di TPSA Cilowong sedikit, di tambah pengirimannya malam hingga terjadi pergejolakan di masyarkat,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Dzikri seharusnya dengan adanya kerjasama tersebut, Pemkot Serang dapat memberikan kesejahteraan pada masyarakat bukan justru malah membuat masyarakat semakin terpuruk akibat dampak yang ditimbulkan dari perjanjian tersebut.

“Menurut amanah undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah bahwa di jelaskan Kerja sama  dijalin dengan cara yang efektif dan efesien, serta bertujuan untuk  meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan hanya menjadi seremonial saja, tidsk mengedepankaj asas kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

“Pemkot serang dalam menyikapi ini saya rasa harus tegas dalam mengawasi pelaksanaan pengangkutan sampah tangsel karena masyarakat saat ini banyak yang terkena imbas nya bukan hanya masyarakat sekitaran cilowong saja tapi masyarakat yang tempat nya di lalui truk sampah pun ikut kena imbasnya dan saya rasa MOU/ perjanjian ini tidak menyelesaikan masalah di TPA cilowong justru hanya menimbulkan masalah baru,” lanjutnya.

Adapun dalam menyikapi persoalan perjanjian dari tangsel dengan Pemkot Serang hal ini PP HAMAS meminta pemerintah kota serang untuk serius menangani permasalahan ini.

“Permasalahan ini bukan persoalan kecil Pemkot serang harus serius dalam menangani permasalahan di TPA cilowong karena jika tidak saya rasa cilowong hanya akan menjadi bukit sampah yang meresahkan masyarakat nya dan dapat mencoreng nama baik kota serang sebagai ibu kota provinsi Banten dan jika Pemkot tidak dapat menyikapi persoalan ini dengan serius maka HAMAS tidak akan tinggal diam dan HAMAS akan menjadi garda terdepan untuk mengawal cilowong “Pungkas dzikr

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *