MPS Ajak Pengamen Jalanan Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW

  • Whatsapp

Sabdanews.net, Serang Raya – Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten menghelat Gebyar Shalawat yang berkolaborasi dengan Pengamen Jalanan dalam Memperingati Maulid Baginda Sayyidina Nabi Muhammad SAW 1443 H dan Hari Santri Nasional (HSN) 2021 yang bertempat di Kebun Kebangsaan, Walantaka Kota Serang, Minggu (31/10/2021). Kegiatan tersebut disambut baik oleh masyarakat dan pengamen jalanan.

Ketua Panitia, Muhammad Rouf mengatakan  bahwa kegiatan ini bertujuan  untuk memuliakan Maulid yaitu bulan kelahiran Rasulullah SAW guna berbagi ke sesama manusia. Lebih lanjut, Rouf memaparkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh beberapa peserta di kalangan pengamen jalanan yang ada di wilayah Banten.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah dengan diikuti peserta dikalangan pengamen jalanan, tentunya peserta pun sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini,” terang Rouf.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Dewan Pembina Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten yaitu KH. Matin Syarkowi. Dalam Sambutannya, Kiai Matin mengajak para pengamen jalanan untuk berbagi bersama dan menunjukan sifat kasih sayang sesama manusia, karena sejatinya Islam adalah agama penuh kasih sayang tidak ada pembedaan kasta sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah Baginda Sayyidina Nabi Muhammad SAW.

“Dalam kesempatan ini, sesungguhnya kepanitiaan dalam format kegiatan yang lebih besar jangkauannya akan tetapi dikarenakan masih dalam situasi dan kondisi Covid-19 kita harus menghargai aturan, maka capaian peserta ialah 22 peserta mengingat bulan Oktober ini pada tanggal 22 ialah memperingati Hari Santri Nasional (HSN),” tegasnya.

“Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Kita akan menunjukan bahwa kita adalah umat Rasulullah SAW, Tuhan kita adalah Maha Pengasih dan Penyayang. Maka, yang harus kita tanamkan pada diri kita ialah sifat rasa kasih sayang terhadap sesama. Jikalau, kita Umat Islam menghilangkan nyawa seseorang itu diharamkan terkecuali dalam kondisi peperangan, menciptakan peperangan haram kalau dalam situasi damai. Islam itu adalah agama yang hanya bertahan bukan agama penyerang, karena bukan agama yang haus akan darah, mencaci sesama manusia jikapun berbeda agama itu tidak boleh, itulah kehebatan Islam,” imbuhnya

Diakhir sambutannya beliau juga berharap agar dikegiatan berikutnya dapat mengajak lebih banyak para pengamen jalanan dan seluruh elemen masyarakat untuk menggemakan shalawat dan berharap pandemi Covid-19 segera usai dari bumi pertiwi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *