Wabup Serang Prediksi PAD Kabupaten Serang Akan Alami Kenaikan

  • Whatsapp

Sabdanews.net, Serang Raya – Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2022 beserta nota keuangan disampaikan Pandji Tirtayasa, Wakil Bupati Serang pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Serang di Gedung DPRD Kabupaten Serang, Selasa, (03/11).

Bacaan Lainnya

Tujuan penyusunan RAPBD ini memiliki tujuan untuk memberikan penjelasan secara umum terkait kondisi keuangan daerah.

“Baik menyangkut masalah pokok yang dihadapi, kebijakan umum APBD yang ditetapkan, maupun pertimbangan–pertimbangan lainnya yang menjadi dasar rencana program dan kegiatan,” ujar Pandji dalam penyampaiannya.

Selanjutnya, dikutip dari Bantennews,  Pandji mengatakan termasuk strategi dan prioritas akan menjadi pedoman atau acuan dasar Organisasi Perangkat Daerah dalam membuat susunan rancangan kerja anggaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

“Dengan tujuan, agar APBD tahun anggaran 2022 lebih transparan, realistis, efisien, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan,” terang Pandji.

Pandji menyebutkan pembuatan rancangan APBD berorientasi pada anggaran berbasis kinerja atau prestasi kerja, hal tersebut sesuai dengan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2021. Menurut Pandji, Anggaran berbasis kinerja merupakan merupakan sistem yang mengutamakan pencapaian hasil kinerja.

“Diharapkan pengalokasian anggaran dapat disesuaikan dengan skala prioritas pembangunan daerah yang telah disepakati,” katanya.

Nantinya, dalam APBD 2021 itu pendapatan daerah sebesar Rp2,6 triliun yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp736,75 miliar, pendapatan transfer sebesar Rp1,85 triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp12,69 miliar.

“Untuk belanja daerah tahun anggaran 2022 diestimasikan sebesar Rp2,92 triliun,” ujar Pandji.

Belanja daerah tersebut meliputi belanja operasional sebesar Rp 2,13 triliun, belanja modal sebesar Rp 358,41 miliar, biaya kontinjensi sebesar Rp 5,5 miliar, dan biaya transfer sebesar Rp 422,94 miliar yang meliputi bagi hasil sebesar Rp 24,05 miliar dan biaya penunjang keuangan sebesar Rp 398,8 miliar.

Pandji juga memprediksi PAD Kabupaten Serang akan mengalami dan memiliki potensi peningkatan pada tahun 2022.

Pasca penjelasan Wabup Serang, Ketua DPRD Kabupaten Serang, Bahrul Ulum menjelaskan agenda selanjutnya dipelajari dahulu oleh Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Serang.

“Rapat paripurna penyampaian pandangan fraksi-fraksi akan dilaksanakan pada Kamis, 4 November 2021,” ucapnya. (Adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *