Himata Desak DLH Kab. Tangerang Agar Serius Tanggapi Masalah Lingkungan Hidup

  • Whatsapp
himata btr
Foto: Kepala Litbang dan Ketua Umum Himata

Sabdanews.net РTangerang, Kepala departemen Litbang Himata Banten raya Tedi agus, sangat menyayangkan pernyataan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK) Siti Nurbaya Bakar yang disampaikan melalui akun Twitter.

Siti menyebutkan, pembangunan besar-besaran di era Presiden Joko Widodo tidak boleh berhenti karena emisi karbon dan deforestasi.

Bacaan Lainnya

“Kalau menteri nya saja pro terhadap pembangunan skala besar yang berpotensi merusak lingkungan hidup, itu sudah cukup untuk menggambarkan kondisi lingkungan hidup kita selama beberapa tahun kedepan akan seperti apa” ujar Tedi agus.

“Menteri nya “ling-lung” Mungkin beliau lupa sedang menjabat sebagai menteri LHK, yang dia ingat “jadi Juru kampanye pembangunan jokowi” Tambah Tedi.

Tedi menuturkan tidak ada pembangunan yang baik di atas lingkungan hidup yang rusak atau di bumi yang “pemukiman nya dikumuhkan”, apalagi saat ini dunia sedang mengalami krisis iklam, kalau hari ini Indonesia enggan mengambil peran, dan tidak ada tindakan yang signifikan kehancuran di depan mata kita

Faturrahman Ketua HIMATA BTR menambah kan, alam itu harus di jaga semua ekosistem nya memiliki peranan, satu saja hilang maka akan ada kerusakan. begitu juga menteri dan lingkungan hidupnya, kalau sekarang Menterinya pro terhadap pembangunan yang berpotensi merusak lingkungan hidup, akhirnya kan kita tau kenapa saat ini alam dan lingkungan hidup kita rusak.

Dalam hal ini pun HIMATA BANTEN Raya mendesak agar Dinas lingkungan hidup kab. Tangerang serius menanggapi masalah-masalah lingkungan hidup di tangerang. ” Sampah di kabupaten Tangerang jadi masalah yang kompleks sampai sekarang tumpukan sama di jatiwaringin sudah menggunung efeknya lingkungan hidup masyarakat pun tercemar, pemerintah daerah terutama dinas lingkungan hidup harus serius melihat masalah ini. ” Tedi agus

Harapannya pemeritahan daerah bisa menanggapi pernyataan kami, karena masalah ini jika di biarkan akan merdampak besar, itu baru masalah di jatiwaringin, belum lagi masalah pabrik-pabrik yang mencemari sungai atau masalah sampah yang menumpuk di pinggiran jalan jadi pemandangan tidak sedap di kabupaten Tangerang. Ujar faturrahman

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *