Modus Bangun Kantor Desa, Kades Kramajati Korupsi Dana Desa Rp 199 Juta

  • Whatsapp

Sabdanews.net, Serang Raya – Kepala Desa Kramatjati ditangkap Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Serang karena  diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dengan modus membangun kantor desa, Jumat (26/11/2021).

Bacaan Lainnya

Kasi Pidsus Kejari Kota Serang, Joni Trianto Andra mengatakan bahwa terduga HB yang juga sebagai Kades Kramatjati telah melakukan perkara korupsi penggunaan dana Desa Kramatjati pada tahun 2020.

“HB yang juga Kades Kramatjati telah melakukan tindakan Dana Korupsi terkait pembangunan Kantor Desa Kramatjati,” ujar Joni Trianto.

Lebih lanjut, Joni Trianto menambahkan bahwa HB menganggarkan dana sebesar  Rp 199 Juta yang akan dianggarkan untuk merenovasi kantor Desa Kramatjati,  namun oleh terduga HB pembangunan Kantor Desa Kramatjati ini dialihkan ke tanah milik masyarakat yang berada di Kecamatan Kragilan.

“Terdugatelah membuat bantuan dana khusus dari pemerintah daerah sebanyak Rp 199 Juta, namun HB mengalihkan Pembangunan Kantor Desa Kramatjati di tanah milik masyarakat yang berada di Kecamatan Kragilan,” terangnya.

Tanah milik masyarakat itu yang berada di Kecamatan Kragilan tersebut diketahui atas nama Nursani,” imbuhnya.

Joni Trianto menjelaskan kronologi kejadian awalnya HB menggunakan anggaran tersbeut untuk merenovasi kantor, namun karena tidak sesuai peruntukan akhirnya dilaihkan ke tanah milik Nursani. Kemudian, Nursani merasa keberatan tanah miliknya akan dijadikan Kantor Desa tanpa sepengetahuan dirinya. Hal itu membuat Nursani melaporkan HB atas pembangunan kantor desa di tanah miliknya. Nursani yakin melaporkan karena HB tidak memiliki setifikasi atas tanah tersebut.

“Nursani melaporkan kepada tim Kejari Serang sehingga tim pidana khusus mendalami perkara ini. Bahkan lanjutnya, Nursani tidak terima atas jadikanya lahan tanah milik Nursani dibangun satu buah kantor Desa Kramatjati. Hal itu dikarenankan tidak ada sertifikasi resmi kepemilikan surat tanah yang ingin dibangun oleh HB,” jelas Joni.

Adapun terduga HB terancam hukuman penjara  minimal 4 tahun dan penjara maksimal 20 tahun penjara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *