PW Pemuda Muhamadiyah Banten Desak Pemprov Banten Naikan Gaji Guru Non-PNS

PW Pemuda Muhamadiyah Banten Desak Pemprov Banten Naikan Gaji Guru Non-PNS

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram
Share on tumblr

Sabdanews.net, Serang Raya – Pengurus Wilayah (PW) Pemuda Muhamadiyah mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk segera menaikan gaji para guru honorer di Provinsi Banten. Hal itu diutarakan oleh Mufrod Thama, Ketua Umum PW Pemuda Muhamadiyah Provinsi Banten.  

“Kita terlalu sibuk memikirkan gaji para buruh, sedangkan gaji guru tidak dipikirkan. Artinya adalah saya sepakat dengan statement dari Gubernur Jateng, bahkan melihat polemik di Provinsi Banten sendiri sampai saat ini pak Gubernur Banten, Wahidin Halim pilih kasih dengan guru, alasannya bahwa buruh adalah segalanya. Sedangkan guru orang yang paling mulia di sekolah sehingga memang kita mendapatkan ilmu dari guru kita hingga saat ini, kurang diperhatikan kesejahteraannya,” ucap Mufrod Thama saat diwawancarai sabdanews.net usai melakukan Rapimwil I PW Pemuda Muhammadiyah Provinsi Banten, Minggu, (05/12/).  

Baca juga  HMI MPO Cabang Serang 'Geruduk' Rapat Paripurna DPRD Kota Serang

Ia juga menambahkan ketika saat peringatan May Day Pemprov Banten sibuk dan memberikan sambutan dengan menaikan gaji buruh, sedangkan pada saat hari guru nasional tidak ada yang memerhatikan kesejahteraan guru.

“Kita sering lakukan perayaan Mayday bahkan, proses kenaikan gaji pada buruh sendiri dilakukan dinaikan. Namun, di saat merayakan Hari Guru Nasional sendiri, Gubernur Banten,Wahidin Halim sendiri enggan menaikan gaji guru. Padahal, kalau kita meliat secara lapangan guru itu orang paling berjasa bagi anak-anak kita. Bahkan guru juga telah mencerdaskan anak bangsa sehingga memang menjadi beban moral bagi guru untuk mendidik anak muridnya hingga menjadi cerdas,” tuturnya.

Baca juga  Polemik Wajib Vaksin Pilkades, Ini Tanggapan Calon Kades dan Masyarakat

Mufrod Thama memahami bahwa yang menggaji buruh itu perusahaan bukan pemerintah, sedangkan guru yang menggaji pemerintah, akan tetapi sebaiknya persoalan kesejahteraan guru dikaji kembali agar para guru mendapat imbalan yang layak.   

“Dengan gaji guru 200 ribu, saya enggak habis pikir sama Pemprov Banten. Apa lagi, guru ini telah berjasa mencerdaskan anak bangsa. Saya harap Pemprov Banten dapat menaikan gaji guru itu sesuai UMR lah, jangan di bawah UMR, enggak sebanding dengan perjuanganya seorang guru,” tegasnya.

Baca juga  Gaspol Berikan Bantuan Untuk Biaya Oprasi Bayi 8 Bulan

“Guru-guru dapat honor layak dan pemerintah seharusnya tidak terbebani. Kan kita sudah di amanatkan undang undang 20 persen anggaran pendapatan belanja itu untuk pendidikan,” pungkasnya.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mari inspirasi dunia dengan pandangan brilianmu bersama Sabdanews!