IMKT dan IKM STIkes Faathir Husada Gelar Diskusi Publik

IMKT dan IKM STIkes Faathir Husada Gelar Diskusi Publik

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram
Share on tumblr

Sabdanews.net, Tangerang – Ikatan Mahasiswa Kabupaten Tangerang (IMKT) dan Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) STIkes Faathir Husada Tangerang adakan Forum Diskusi Mahasiswa (FDM) dengan tema “Kebebasan Berakademik” di Auditorium STIKes Faathir Husada, Sabtu (11/12/2021).

Turut hadir perwakilan berbagai kampus, dari Untara, Insan Pembangunan, sampai STIA Shalahudin Al Ayubi.

Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Kabupaten Tangerang Ginanjar Putro Wicaksono mengatakan, kegiatan ini di selenggarakan bertujuan untuk memberikan kesadaran untuk mahasiswa agar lebih sadar akan perannya sebagai Agen of Change, Memberi perubahan ke arah yang lebih baik.

“Mahasiswa juga sebagai Social control, mengetahui dan menyelesaikan isu-isu sosial yang sedang terjadi di lingkungan masyarakat, serta menyampaikan kebenaran atas isu yang tidak jelas kevalidannya tersebut,” ujarnya.

Baca juga  Kritik BEM UI Terhadap Presiden Jokowi, Presma Unbaja : Itu Sudah Sesuai Koridor Hukum

Di tempat yang sama, Romy Sabda Ajiz selaku perwakilan dari IKM STIkes Faathir Husada Tangerang mengatakan, acara ini juga untuk ajang silaturahmi antar aktivis antar organisasi Kabupaten Tangerang.

“Semoga dengan terselenggaranya acara ini, kita semakin solid, kompak dan sadar akan esensi mahasiswa,” katanya.

Sementara itu, Zulpikar sebagai narasumber dalam menyampaikan materi mengatakan, mahasiswa tidak boleh berhenti untuk melakukan aksi dalam rangka untuk melakukan perbaikan lingkungan untuk Nusa bangsa dan proses demokrasi.

Lanjutnya, terlebih mahasiswa adalah menjadi motor dalam setiap perubahan maka, rencana perubahan dan aksi perubahan harus selalu dipelopori oleh mahasiswa.

Baca juga  Korban Smackdown Polisi, Kembali Dibawa ke Rumah Sakit

“IMKT dan IKM STIkes Faathir Husada sudah melakukan ini, jangan berhenti disini terus lakukan, galang kekuatan yang besar dengan cara melakukan diskusi diskusi seperti ini,” ujarnya.

“Selanjutnya, melibatkan pihak kampus dari luar pihak narasumber yang lebih kompeten juga pemateri yang memiliki pengalaman di bidang isu yang sedang di lakukan kajiannya oleh temen temen mahasiswa,” lanjut, Komisioner Bawaslu Kabupaten Tangerang tersebut.

Narasumber kedua Subandi Musbah mengulas tentang konsep Dialektika Hegel, penulis buku Philoshopy of History. Filsuf kelahiran Jerman abad 17 ini mengurai begitu gamblang konsep Tesa, Antitesa, dan Sintesa.

Baca juga  Polres Serang Kota Kawal Aksi Unras Mahasiswa Di Kejati Banten

“Dua hal saling bertentangan dan menghasilkan simpulan baru merupakan intisari dari dialektika. Kesimpulan dari dua pertentangan itu kemudian bisa saja menjadi tesa baru. Dan begitu seterusnya,” ujarnya.

Subandi menerangkan bahwa pertentangan akan menghasilkan sintesa. Dan, kelak, sintesa dipertentangkan kembali. Tidak ada kebenaran yang betul-betul benar. Pencarian atasnya terus-menerus. 

“Lantas apa kaitan dengan kebebasan akademik? Saya meyakini bahwa setiap kebijakan, baik yang dilakukan oleh pemerintah, mulai pusat sampai desa, perlu ada respons. Bisa saja tanggapan itu bertentangan. Betul-betul kontradiksi. Saling menegasikan,” kata Subandi.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mari inspirasi dunia dengan pandangan brilianmu bersama Sabdanews!