Ketua FSPP Pandeglang Sebut Tidak Pernah Memotong Dana Hibah Untuk Ponpes

Ketua FSPP Pandeglang Sebut Tidak Pernah Memotong Dana Hibah Untuk Ponpes

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram
Share on tumblr

Sabdanews.net, Serang Raya – Pengadilan Negri Kota Serang melakukan persidangan lanjutan perkara tindak pidana korupsi (tipikor) Pengadaan Dana Hibah Pondok Pesantren di tahun anggaran 2018-2020. Dengan ditetapkannya lima orang terdakwa dari kasus tersebut, Senin (13/12).

Agenda sidang tersebut adalah pemeriksaan saksi dan saksi ahli. Persidangan tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Slamet Widodo.

Pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan tujuh orang saksi, diantaranya adalah, Abdulloh Asep Mutho, Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Pandeglang tahun 2019-2020 dan Herno, saksi ahli.

Selain itu, lima orang terdakwa juga memberikan keterangan di persidangan. Diantaranya, Irvan Santoso, Toton Suriawinata, Epieh Saepudin, Tb. Asep Subhi dan Agus Gunawan.

Baca juga  Sambut Idul Fitri, Pemuda Karyamukti Gelar Kegiatan PHBI

Dalam persidangan itu, Abdulloh Asep Mutho menyatakan ada budaya shodakoh atau berinfak kepada FSPP di Kabupaten Pandeglang. Beberapa Ponpes memberikan infaq kepada FSPP setelah menerima bantuan hibah dari Pemprov Banten, baik itu bantuan hibah di tahun 2018 maupun hibah tahun 2020.

Kepada majelis hakim, Asep mengatakan bahwa pada tahun 2016, terdapat program infaq rutin yang di mana, infaq rutin itu dilakukan oleh FSPP Kabupaten Pandeglang.

“Pada Tahun 2016, sudah menjadi adat dan budaya FSPP Kabupaten Pandeglang dalam berinfaq sedikitnya untuk kepentingan FSPP Kabupaten Pandeglang. Adapun, infaq bulanan yang diinisiasi oleh Asep sebagai Ketua FSPP Kabupaten Pandeglang itu sebanyak Rp100 ribu. Namun,  itu tidak wajib dengan nominal 100 ribu. Melainkan, bagi yang mau berinfaq saja,” ujar Asep dipersidangan dihadapan Ketua Majlis Hakim, Slamet Widodo.

Baca juga  Terkuak SK Pengajuan/Penerima Bantuan Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren adalah PALSU

Asep mengatakan infaq tersebut dilakukan secara sukarela dan tanpa paksaan apapun.

Menurut,Asep bahwa  infak tersebut hanya diberlakukan secara sukarelawan tanpa ada paksaan.

“Artinya, saya lakukan infak itu atas sukarelawan saja bagi penerima Hibah Ponpes yang berada di Kabupaten Pandeglang. Kalaupun tidak berinfaq, iya tida apa-apa dan tidak ada masalah, kalaupun memang ada, Iya Alhamdulillah,” terang Asep.

Asep juga menjelaskan bahwa FSPP Kecamatan tidak pernah meminta atau menagih uang infaq kepada pondok pesantren, melainkan pihak ponpes yang memberikan infaq kepada FSPP secara sukarela.

Baca juga  Ketua Komisi III DPRD Provinsi Banten Sesalkan Ada Oknum Pegawai Pemprov Yang Terlibat Korupsi Hibah Pesantren

“Kami hanya infaq karena memang sudah terbiasa. Infaq sama, hanya Rp100 ribu saja,” tutur asep saat menjawab pertanyaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Tidak semua ponpes juga memberikan infaq, ada beberapa ponpes yang tidak memberikan,” imbuhnya.

Asep juga menegaskan pada tahun 2020 dirinya tidak pernah mematok uang infaq sebesar 1,5 juta dan hanya menerima pemberian infaq seperti biasa.  

“Seperti yang sebelumnya, karena memang sudah terbiasa berinfaq, kami berikan infaq juga pada 2020,” jelas Asep.

“Tapi tidak ada yang Rp1,5 juta, tidak ada catatan pemberian infaq,” pungkasnya.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mari inspirasi dunia dengan pandangan brilianmu bersama Sabdanews!