Muktamar NU Dan Perjalanan Intelijen Santri

Muktamar NU Dan Perjalanan Intelijen Santri

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram
Share on tumblr

Oleh: Surya Fermana

Sabdanews.net, Opini – Membaca catatan “Perjalanan Intelijen Santri” membuat horizon pengetahuan tentang konstelasi global makin terbuka. Buku Perjalanan Intelijen Santri ditulis Kyai Asad Said Ali seorang Ulama dan juga sangat berpengalaman dalam dunia intelijen.

Kekuatan insan intelijen Kyai Asad pada pendalaman masalah dan turun langsung ke lapangan. Dalam istilah senior beliau “You must there”. Cara menyelesaikan konflik dan ancaman diatasi dengan cara khas persuasi dan lobby ala Kyai NU. Hampir tidak ditemukan cara kekerasan dalam mengatasi masalah.

Baca juga  Mengerikan!, Ini Dampak Buruk Kalau Kamu Sering Begadang

Beliau masuk lewat horizon kebatinan seseorang dengan mempelajari latar belakangnya kemudian didekati dengan cara yang elegan. Begitu juga ketika menghadapi suatu problem di masyarakat dan negara. Banyak persoalan negara yang pelik dapat beliau tuntaskan.

Kyai Asad bolak balik bertugas di Timur Tengah mempelajari dan mengurai konflik yang terjadi di sana. Mulai dari konflik Sunni-Syiah, Gerakan Wahabi Salafi-Ikhwanul Muslimin, konflik milisi di Libanon, perang Iran-Irak hingga konflik Palestina-Israel. Semua sisi beliau selami secara berimbang.

Baca juga  FMNU-PM Minta KPK Awasi Muktamar NU

Peran Kyai Asad dalam perdamaian dunia tetap berlanjut meski sudah tidak lagi di BIN. Di PBNU beliau menjalin hubungan kultural dengan Afganistan. Modal pengalaman di luar negeri beliau gunakan dalam mengatasi terorisme global yang terjadi di dalam negeri.

Pengetahuan ideologi gerakan dan jaringan teror memudahkan beliau melakukan deradikalisasi secara terukur tanpa gebyah uyah. Tentang Palestina-Israel, teringat hiruk pikuk Muktamar NU yang diwarnai isu Palestina-Israel. Ada dua kubu mengambil dua sudut yang berbeda.

Baca juga  Kurang Dari 24 Jam, Polsek Serang Ringkus Pelaku Pencurian

Jika saja Kyai Asad yang menjadi Ketum PBNU peran NU dalam perdamaian di Timteng akan lebih besar dengan modal pengalaman yang dimiliki dan style beliau yang tenang menyelesaikan masalah tanpa kegaduhan. Itu juga bagi pemerintah akan sangat bermanfaat karena ada tokoh Ormas yang menyejukan. Pemerintah bisa lebih fokus pada agenda mensejahterakan rakyat. Relasi Kyai Asad sangat luas sehingga jika memimpin NU akan lebih mudah membawa pada kemandirian NU.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mari inspirasi dunia dengan pandangan brilianmu bersama Sabdanews!