Babi-Babi di Tanah Surga: Film Tentang Sengketa Tanah di Pulau Sangiang

Babi-Babi di Tanah Surga: Film Tentang Sengketa Tanah di Pulau Sangiang

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram
Share on tumblr

Sabdanews.net, Serang Raya – Sinema Rakyat (Sinar) dan Laboratorium Banten Girang Kembali Angkat Isu Pulau Sangiang Melalui Film Dokumenter. Sinar bersama AGRA dan Laboratorium Banten Girang memulai produksi film dokumenter panjang berjudul Babi-Babi di Tanah Surga.

Film yang diproduseri Carya Maharja dan disutradarai oleh Abdul Malik Mohammad ini bercerita tentang perjuangan warga pulau Sangiang menuntut hak dikembalikannya tanah ulayat mereka yang diklaim sepihak  pengelolaannya oleh PT. KALIMAYA PUTIH.

Baca juga  Satpolair Polres Serang Kota Polda Banten Awasi Prokes

Konflik perampasan tanah ulayat antara ratusan masyarat adat Pulau Sangiang dengan PT Kalimaya Putih menarik sekelompok Seniman Film yang bersuara melalui Sinar (Sinema Rakyat) bersama AGRA dan Lab. Banten Girang ikut menggambarkan situasi yang sebenarnya terjadi disana melalui Film Dokumenter yang berjudul ; “Babi-Babi di Tanah Surga”.

Abdul Malik Muhammad, Sutradara film tersebut menjelaskan sengketa tanah ini semakin meruncing ketika warga mulai kehilangan mata pencaharian utama mereka sebagi petani akibat dirusak hama babi.

Baca juga  Tips Nonton Film di Rumah Ala Bioskop

“Hama yang belum pernah ditemukan sebelum perusahaan masuk. Warga menduga perusahaan sengaja memasukkan hama-hama itu agar warga tidak betah menempati pulau itu,” terangnya.

Ia melanjutkan kembali perihal isu sengketa tanah, lingkungan tak akan pernah usang, selalu terjadi dibeberapa tempat terutama di Indonesia, dan selalu korbannya rakyat kecil.

“Biasanya konflik tersebut perjuangan warga sudah menduduki pulau tersebut secara turun temurun yang mayoritas penduduk asli akhirnya tergeser dengan kepentingan korporasi.” tandasnya.

Baca juga  DINKOPUKM Provinsi Banten Fasilitasi Sertifikasi Halal untuk Pelaku UKM

Malik biasa ia dipanggil menjelaskan proses produksi Film Dokumenter tentang Pulau Sangiang ini masih terus berlanjut dengan segala keterbatasan yang dimiliki oleh Tim Sinar, namun ia bersama tim masih terus berupaya melanjutkannya.

“Kelak film ini akan rilis bulan Agustus 2022 dan akan diikutsertakan dalam beberapa festival film baik dalam negeri maupun luar negeri, kami berharap masyarakat ikut mendukung,” tutupnya.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mari inspirasi dunia dengan pandangan brilianmu bersama Sabdanews!