Muhamad Iqbal: Reformis Islam yang Berpengaruh di Dunia

Muhamad Iqbal: Reformis Islam yang Berpengaruh di Dunia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram
Share on tumblr

Sabdanews.net, Inspirasi – Seorang tokoh reformis dalam Islam yang mempengaruhi Ali Jinnah untuk muslim India memisahkan diri dari India. Ialah Muhammad Iqbal seorang filosof, ahli hukum, juga sastrawan yang dilahirkan di Sialkot pada tahun 1873.

Leluhurnya adalah keturunan Brahmana yang berasal dari Kashmir dan telah masuk Islam sekitar tiga abad sebelum Iqbal lahir. Iqbal dilahirkan dari keluarga yang kurang mampu , tetapi berkat beasiswa yang ia dapatkan, Iqbal mendapatkan pendidikan yang lebih baik.

Pendidikan Iqbal diawali dari lingkungan keluarga yang mendidik Iqbal dengan ketat. Selanjutnya ia dimasukan oleh ayahnya ke sebuah surau untuk belajar al-Qur’an. Selain itu, pendidikan formalnya bermula di Scottish Mission School di Sialkot, di sekolah inilah Iqbal mendapatkan bimbingan intensif dari Mir Hasan yang merupakan seorang sastrawan yang ahli sastra persia dan menguasai bahasa Arab.

Baca juga  BEM FT Untirta gelar vaksinasi, Walikota Cilegon : Apresiasi Setinggi-tingginya

Setelah lulus, Iqbal muda yang masih haus ilmu pengetahuan, ia melanjutkan studinya ke Lahore di Goverment Colllege yang diasuh oleh Sir Thomas Arnold. Pada tahun 1899, Iqbal mendapat gelar Master of Arts dan diangkat menjadi dosen bahasa Arab di Oriental College Lahore.

Pada tahun 1905, Iqbal melanjutkan studi di London pada Cambridge University, ia mengambil fokus studinya di bidang Filsafat moral dibawah bimbingan James ward seorang neo-hegelian dan JE MacTarger. Ketika ia di eropa, ia juga belajar di Munich University Germany, ia mendapatkan gelar doktor dengan disertasinya yang berejudul Development of Metaphisics In Persia dibawah arahan F. Hommel.

Baca juga  Mahasiswa FEBI UIN SMH Banten Raih 2 Juara

Setelah memperoleh gelar doktor, Iqbal kembali ke Lahore, dan bekerja sebagai pengacara pada Punjab Lahore High Cort. Ia diangkat sebagai Profesor filsafat dan kesusastraan Inggris pada Government College , tetapi gelar itu kemudia ia lepaskan karena Iqbal masih aktif di dalam praktek hukum.

Akhirnya Iqbal tertarik pada dunia politik. Pada tahun 1926, Iqbal ikut mencalonkan sebagai dewan perwakilan Punjab sedangkan pada tahun 1930 Iqbal terpilih sebagai presiden liga Muslimin.

Baca juga  Delapan Tim Ikuti Turnamen Futsal Putri N Four Teen

Pada saat sidang Liga Muslimin yang diadakan di Alahabat, Iqbal mengemukakan ide penyatuan moral dan politik umat Islam India dalam kesatuan budaya dan wilayah, yang pemikiran ini kelak menjadi cikal bakal Negara Pakistan.

Seorang visioner ini akhirnya berpulang ke rahmatullah pada tanggal 18 April 1938 sebelum ide negaranya tersebut terealisir, tetapi ide negara tersebut dilanjutkan oleh teman setianya yaitu Ali Jinnah seorang pemimpin besar muslimin India yang menjadi founding father dan presiden pertama Negara Pakistan.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mari inspirasi dunia dengan pandangan brilianmu bersama Sabdanews!