Tak Ada Solusi, Tiga Tahun Warga Kruwuk Cilegon Dihantui Banjir

Tak Ada Solusi, Tiga Tahun Warga Kruwuk Cilegon Dihantui Banjir

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram
Share on tumblr

Sabdanews.net, Cilegon – Menjelang akhir tahun 2021, Lingkungan Tegal Wangi Kruwuk, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon  kembali banjir.  Hal itu diduga akibat  adanya pembangunan  Pt Krakatau Osaka Steel, dan Pt Lotte  Chemical di daerah resapan air.

Salah seorang warga setempat yang terdampak banjir, Restu Bambang membenarkan, banjir dikruwuk ini sudah  sering terjadi 3 tahun belakangan ini.   Restu menilai akibat dari pembangunan kawasan industri yang tidak memperhatikan lingkungan sekitar.

“3 tahun belakangan ini Lingkungan tegal wangi kruwuk menjadi langganan banjir. Penyebab terjadinya banjir ini  diduga pembangunan perusahaan yang tidak memperhatikan lingkungan tegal wangi kruwuk,” ujar Restu Bambang saat dimintai keterangan melalui pesan whatsaap, Minggu (26/12).

Baca juga  LEPPAMI PB HMI Bersama Polres Lebak Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir

“Seharusnya lokasi ( Tegal Wangi, Kruwuk-Red) itu tempat resapan air, malah hilang dan tidak ada tempat serapan air di lingkungan tegal wangi kruwuk,” imbuhnya.

Restu menyayangkan sampai saat ini, pemerintah Kota Cilegon belum ada gerak nyata untuk mengatasi permasalahan banjir di lingkungan tegal wangi kruwuk.

“Selama 3 kali  kami sudah lakukan hearing bersama pemerintah setempat khususnya pada Pemkot Cilegon  untuk mengatasi permasalahan banjir di lingkungan Tegal Wangi kruwuk dalam menangani permasalahan banjir,” terangnya.

Baca juga  HUT Banten ke-21, GPRI Provinsi Banten Memandang Kondisi Banten Saat Ini

Restu mengatakan sampai saat ini Pemkot Cilegon lambat dan gagap sehingga tidak ada gerakan selanjutnya untuk menyelesaikan permasalahan banjir dilingkungan Tegal Wangi Kruwuk. Padahal, Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta  sudah meninjau lingkungan tegal wangi kruwuk. Namun, hingga  saat ini belum ada titik terang.

Kemudian,  kata Restu, masyarakat juga sudah pernah meminta  solusi kepada Wakil Walikota Cilegon untuk dibangun  pelebaran  saluran air di antara PT Krakatau Osaka Steel dengan Pt Lotte Chemical.

Baca juga  Polda Banten Salurkan 7.000 Paket Sembako dan 15.000 Masker Di Hari Bhayangkara

“Saat ini lebar sungainya adalah 12 meter, Kami sih berharap menjadi 24 kali 2 meter lebih luas agar tidak terjadi penyempitan karena dua  saluran yang ada menyatukan atau mempertemukan  dua aliran sungai. Di dua kecamatan Yakni, di kecamatan Citangkil dan Grogol,” terangnya

Restu menilai dengan lebar saluran sungai 12 M sangat tidak logis, karena adanya pembangunan PT Krakatau Osaka Steel dan PT Lotte Chemical yang mengakibatkan penyempitan.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mari inspirasi dunia dengan pandangan brilianmu bersama Sabdanews!