Sepanjang Tahun 2021, BNNP Banten Gagalkan Pengedaran 14,3 Kg Sabu dan 2,3 Kg Ganja

Sepanjang Tahun 2021, BNNP Banten Gagalkan Pengedaran 14,3 Kg Sabu dan 2,3 Kg Ganja

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram
Share on tumblr

Sabdanews.net, Serang Raya – Menjelang Akhir Tahun 2021, Badan Narkoba dan Narkotika Provinsi (BNNP) Banten telah berhasil mengungkap kasus pengedaran Narkotika sebanyak 14,3 Kg sabu dan Ganja seberat 2,3 Kg.

Kepala BNNP Banten, Brigjen Pol Hedri Marpaung mengatakan selama tahun 2021 BNNP Banten telah mengungkap 14 kasus narkotika jenis sabu dan dua kasus jenis ganja dengan total 15 orang tersangka.

“Selama setahun ini, kita sudah berhasil mengungkap kasus pengedaran Narkoba dan Narkotika di wilayah Banten, barang sitaannya pun sudah kita sita oleh BNNP Banten,” ujar Hendri Marpaung saat jumpa pers di BNNP Banten, Kamis (30/12/2021).

Baca juga  Puluhan Mahasiswa Warga Binaan Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang Ikuti UAS

Marpaung menyebutkan hasil penyitaan barang Narkotika yang BNNP Banten lakukan ini sudah mencapai target 100 persen. Bahkan Kata Marpaung melebihi 100 persen.

“Alhamdulillah, sepanjang tahun 2021, kita sudah melebihi target kita. Yang dimana,kita menargetkan 100 persen. Namun, malah melebihi targetan. Artinya, kami BNNP Banten konsisten di garda terdepan dalam menangani penyebaran Narkotika di Banten,” terangnya.

Baca juga  Satreskrim Polres Serang Kota Tangkap Empat Pelaku Pembacokan di Pasar Rau

Namun, Marpaung memandang selama BNNP Banten mengungkap kasus belum berhasil mengungkap gembong narkotikanya dan hanya berhasil menangkap seorang kurir.

“Selama setahun ini,kita agak sulit menangkap gembong narkotika. Bahkan, BNNP Banten selama setahun menangkap tersangka seorang kurir. Ini yang akan menjadi PR kita. Semoga kedepan, kita bisa mengungkapkan gembong narkotika di Banten,” harapnya.

Baca juga  "Kumham Peduli, Kumham Berbagi," Rutan Kelas IIB Serang Lakukan Baksos Terhadap Masyarakat Terdampak Covid-19

Marpaung menilai, seorang gembong narkotika ini sulit kita tangkap ini lantaran, seorang kurir dan gembong narkotika menggunakan pola putus komunikasi.

“Dengan pola komunikasi putuslah yang agak sulit bagi kami, bahkan kendala yang terjadi dalam pengungkapan kasus narkotika ada pada peralatan. Karena BNNP Banten belum memiliki alat pemindai narkotika sehingga barang haram tersebut lolos dari pengecekan di bandara,” pungkasnya.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mari inspirasi dunia dengan pandangan brilianmu bersama Sabdanews!