Pasca Gempa Bumi, Direktur Leppami PB HMI Imbau Masyarakat Selektif Terima Informasi

Pasca Gempa Bumi, Direktur Leppami PB HMI Imbau Masyarakat Selektif Terima Informasi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram
Share on tumblr

Sabdanews.net, Nasional – Pasca terjadi gempa bumi di Sumur, Pandeglang, pada Jumat (14/01) sore tadi, Direktur Eksekutif Lembaga Pariwisata dan Pecinta Alam Mahasiswa Islam (Leppami) PB HMI, M Syamsul Hidayat menghimbau masyarakat untuk cermat dalam menyaring informasi yang beredar terkait bencana alam tersebut. Hal tersebut ia ungkapkan pasca banyak sekali kabar bohong (Hoax) yang muncul pasca terjadinya gempa.

“Banyak sekali infromasi menyesatkan yang beredar ada tsunami lah, gunung meletus lah dan lain-lain. Saya harap masyarakat dapat memfilter berita-berita tersebut dan jangan sampai menyebarkan. Hal itu perlu dilakukan agar masyarakat tidak panik dan suasana tetap kondusif,” ucapnya. Jum’at (14/01).

Baca juga  DPRD Banten Akan Dorong Gubernur Untuk Revisi SK Tentang UMK Tahun 2022

Ia juga menghimbau masyarakat untuk selalu update informasi terkait bencana alam dari sumber yang kredibel dan terpercaya.

“Masyarakat sebaiknya mengakses informasi dari sumber-sumber terpercaya, misalnya dari laman resmi milik BMKG,” tuturnya.

Di samping itu, ia juga meminta masyarakat untuk selalu waspada dan siaga apabila terjadi bencana atau gempa susulan.

“Kita harus selalu waspada dan siap siaga, khawatir terjadi bencana susulan. Kita harus siap mengevakuasi diri dan keluarga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan,” ujarnya.

Baca juga  Jelang Akhir Tahun, Wahidin Halim Resmikan Jembatan Bogeg

Selain itu, Syamsul juga meminta masyarakat untuk gotong-royong membantu rumah-rumah warga yang hancur akibat gempa tersebut.

“Mari kita sama-sama gotong royong, membantu saudara kita yang rumahya hancur akibat gempa tersebut,” ajak Syamsul.

Syamsul berharap ke depan pemerintah dapat memasukan mitigasi bencana ke dalam kurikulum pendidikan, baik di tingkat dasar maupun menengah. Menurut Syamsul hal itu perlu dilakukan agar masyarakat bisa siap dan waspada serta mampu mendeteksi bencana sejak dini.

Baca juga  Dinsos Provinsi Banten Salurkan Bantuan Logistik Bagi Warga Terdampak Gempa


“Saya harap pemerintah bisa memasukan mitigasi bencana ke kurikulum, ini penting dilakukan. Seperti yang kita tahu Indonesia termasuk negara yang rawan bencana, maka dari itu dengan adanya mitigasi bencana dalam kurikulum pendidikan, masyarakat bisa siap dan mampu mendeteksi bencana sejak dini,” pungkas Syamsul.

Penulis: Agus Salim

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mari inspirasi dunia dengan pandangan brilianmu bersama Sabdanews!