Waduh! Tahun Ini Minyak Curah Dilarang Beredar di Kota Serang

Waduh! Tahun Ini Minyak Curah Dilarang Beredar di Kota Serang

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram
Share on tumblr

Sabdanews.net, Serang Raya –  Mulai tahun ini, Pemerintah Kota Serang akan melarang peredaran minyak curah di pasar-pasar yang ada di Kota Serang. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Serang, Wasis Dewanto kepada awak media. Jumat (14/1/2022).

“Untuk tahun ini minyak goreng curah tidak boleh lagi diperdagangkan,” ucapnya.

Wasis mengatakan minyak curah dilarang beredar di pasaran karena memerhatikan kondisi kesehatan masyarakat.

“Siap yang bisa menjamin tingkat keamanan kehigienisan minyak goreng curah. kita saja masih mempertanyakan siapa yang memproduksi,” imbuhnya.

Baca juga  Humas Polres Serang Kota, Sambangi Kantor PWI

Kedepan, Wasis akan lebih menekankan agen-agen minyak goreng agar dapat lebih selektif dalam menjual minyak goreng. Hanya minyak goreng dalam kemasan yang perizinannya jelas yang sudah melewati ketentuan.

“Ini untuk melindungi masyarakat juga dalam kesehatan. Minyak goreng kemasan juga harganya kisaran Rp. 17. 000 sampai 18.000 perliter, kalau yang bermerek sudah Rp. 21.000 hingga 23.000 perliternya. Tidak terlalu mahal kalau kita peduli dengan kesehatan,” ujarnya.

“Peredaran ini dilarang semata-mata untuk menjamin kesehatan masyarakat. Untuk ciri minyak goreng curah biasanya minyak curah dikemas di dalam kantung plastik,” imbuhnya.  

Baca juga  Jelang Akhir Tahun, Pemkab Lebak Kembali Raih Penghargaan

Wasis menyatakan apabila masih ada pedagang yang menjual minyak curah akan langsung diberikan tindakan oleh Disperindagkop Kota Serang.

“Yah Kami lakukan sosialisasi seperti pada waktu itu, dari situ Kami dapat memberikan pemahaman bahwasanya minyak curah sudah tidak boleh dijual kembali karena dengan berbagai alasan. Sanksinya dilakukan secara humanis seperti dengan teguran terlebih dahulu,” katanya.

Sementara itu, saat dimintai tanggapan minyak curah yang dilarangan dijual belikan, salah satu pedagang Pasar Rau, Dodi mengungkapkan sebenarnya pedagang hanya mengikuti keinginan konsumen. Masyarakat membutuhkan harga bahan pokok yang murah dan minyak curah itu harganya murah.

Baca juga  PW Pemuda Muhamadiyah Dukung Pelaksanaan Solat Idul Adha di Rumah Masing-masing

“Saya sendiri mengikuti kemauan pelanggan saja. Tapi memang untuk saat ini sih, saya sudah tidak menjual minyak curah lagi beralih ke kemasan saja,” terangnya.

“Sekarang stoknya minyak goreng kemasan standar, premium saya tidak jual agak berat soalnya di modalnya,” pungkasnya.

Penulis: Azharudin

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mari inspirasi dunia dengan pandangan brilianmu bersama Sabdanews!