Pasca Terjadi Gempa, WH Langsung Instuksikan BPBD Provinsi Banten Terjun ke Lapangan

Pasca Terjadi Gempa, WH Langsung Instuksikan BPBD Provinsi Banten Terjun ke Lapangan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram
Share on tumblr

Sabdanews.net, Serang Raya – Pasca terjadi gempa bumi di Pandeglang, Jum’at (14/01), Gubernur Banten, Wahidin Halim langsung mengintruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten untuk memantau dan mendata kerusakan yang terjadi akibat gempa tersebut.

Wahidin Halim mengatakan setelah belajar dari peristiwa sebelumnya, Pemerintah Provinsi Banten sudah mempersiapkan berbagai skema dalam rangka mengantisipasi terjadinya bencana alam yang dimungkinkan terjadi di wilayah Provinsi Banten.

“Sampai saat ini kami masih mendata berapa jumlah kerusakan bangunan rumah dan yang lainnya di lokasi,” ujar Gubernur yang akrab disapa WH itu, Jum’at (14/01) malam.

“Gempa yang sering terjadi beberapa tahun terakhir dengan kekuatan yang tidak terlalu besar ini merupakan bentuk cicilan gempa, sehingga potensi gempa besar yang diprediksi oleh para ahli tidak terjadi. Mudah-mudahan ini gempa terakhir,” imbuhnya.  

Baca juga  Mahasiswa FEBI UIN SMH Banten Raih 2 Juara

WH juga mengatakan saat ini kesiap-siagaan Pemprov Banten terus ditingkatkan. Termasuk berbagai skema pencegahan seperti mengoptimalkan selter yang ada early warning sistem yang sudah berjalan dengan baik, penyediaan titik-titik evakuasi serta berbagai sosialisasi evakuasi kepada masyarakat.

“Masyarakat di lokasi bencana juga sudah diamankan di tempat-tempat evakuasi yang sudah disediakan oleh kami (Pemprov Banten, red). Selain itu kami juga sudah menerjunkan tim ke lokasi bencana,” ujarnya.

Di samping itu, WH juga mengklaim bahwa menggalakkan program rumah tahan gempa di beberapa titik wilayah yang rawan gempa. Program itu sudah dilakukan sejak tiga tahun terakhir dan sampai saat ini masih terus dilakukan.

Baca juga  Polisikan Buruh, Himata BTR Nilai Gubernur Banten Gagal Bangun Komunikasi Baik dengan Buruh

Dikatakan WH, masyarakat sekitar sudah melakukan evakuasi secara mandiri. Karena BMKG sudah mengumumkan tidak ada potensi tsunami, biasanya masyarakat menunggu sampai dua jam di tempat evakuasi.

“Setelah dua jam tidak ada gempa lagi, biasanya masyarakat akan kembali ke rumahnya masing-masing,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Nana Suryana dalam keterangannya mengatakan pasca terjadi gempa tersebut, Gubernur Banten, WH langsung memerintahkan BPBD Provinsi Banten untuk langsung terjun ke lokasi bencana. Atas perintah tersebut pihaknya sudah menerjunkan sejumlah personil ke titik lokasi bencana.

Baca juga  Bareskrim Polri Tangkap Ferdinand Hutahean Karena Twitt yang Bermuatan SARA

“Masyarakat juga sudah diimbau untuk tidak mendekati atau berdiam diri di rumah, harus melakukan evakuasi ke tempat yang sudah ditentukan,” katanya.

Nana menjelaskan, ada beberapa kerusakan baik bangunan rumah  masyarakat  maupun bangunan sosial termasuk juga tempat ibadah di beberapa lokasi di dekat pusat gempa seperti di Kecamatan Sumur, Cibaliung, Panimbang, Munjul, Sukaresmi serta beberapa Kecamatan lainnya

“Untuk jumlahnya masih dalam proses pendataan oleh BPBD di daerah. Tapi kalau untuk korban jiwa tidak ada, hanya ada yang luka-luka saja karena reruntuhan gedung,” jelasnya.

Nana mengakui gempa yang terjadi sore tadi sampai lima kali gempa susulan. Namun yang paling besar itu gempa pertama.

Penulis: Azharudin

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mari inspirasi dunia dengan pandangan brilianmu bersama Sabdanews!