Sekretaris Jenderal KAHMI Apresiasi Program Sekolah Pemilu

Sekretaris Jenderal KAHMI Apresiasi Program Sekolah Pemilu

Sekjen KAHMI Apresiasi Program Sekolah Pemilu
Sekjen KAHMI Apresiasi Program Sekolah Pemilu
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on tumblr

SABDANEWS.NET | LEBAK – Sekretaris Jenderal Majelis Nasional Korps Alumni HMI (MN KAHMI) Manimbang Kahariady mengapresiasi Sekolah Pemilu Angkatan II yang diselenggarakan KAHMI Lebak.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Lebak M Agil Zulfikar, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfosantik) Doddy Irawan, Anggota KPU Banten Agus Sutisna, dan Anggota Bawaslu Banten Ali Faisal.

Dalam paparannya, Sekretaris Jenderal Manimbang mengapresiasi konsistensi KAHMI Lebak dalam menciptakan aktivis politik berkualitas di daerah. Kegiatan sekolah pemilu ini diyakini akan melahirkan calon pemimpin yang memiliki kualitas dan integritas.

“Kompetisi politik harus disiapkan. Kompetisi membutuhkan kompetensi dan sekolah pemilu ini menyiapkan kompetensi aktivis politik dalam menghadapi kompetisi,” kata Manimbang Kahariady saat membuka Sekolah Pemilu Angkatan II di gedung DPRD Lebak, Sabtu (22/1).

Untuk itu, dirinya mendukung upaya yang dilakukan KAHMI Lebak dalam menyiapkan kader-kadernya dalam menghadapi kontestasi di era demokrasi elektoral. Karenanya, Manimbang terus hadir dalam setiap kegiatan Sekolah Pemilu yang digawangi pakar kepemiluan dari KPU Banten dan Bawaslu Banten.

“Semoga ini akan menjadikan aktivis politik di daerah menjadi pemimpin politik yang berintegritas. Saya doakan semoga alumni Sekolah Pemilu ini menjadi Bupati, Ketua DPRD, dan Sekda di masa yang akan datang,” ungkapnya.

Kepala Sekolah Pemilu MD KAHMI Lebak Mastur Huda menyatakan, Sekolah Pemilu merupakan program kerja MD KAHMI Lebak. Program ini bertujuan untuk memberikan pendidikan politik terhadap aktivis dan masyarakat umum di daerah.

“Ini ikhtiar kami untuk ikut berkontribusi dalam menciptakan demokrasi cerdas untuk pemilu berintegritas. Peserta Sekolah Pemilu angkatan II ini yang mendaftar lebih dari 70 orang. Tapi kita batasi hanya 30 orang karena kita ingin hasil dari kegiatan ini benar-benar berkualitas,” pungkasnya.

Pewarta: Azharudin

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mari inspirasi dunia dengan pandangan brilianmu bersama Sabdanews!