Chairul Tanjung: “Si Anak Singkong” Pemilik Transcorp

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on tumblr

Sabdanews.net, Inspirasi – Di dunia bisnis atau usaha, siapa yang tak mengenal Chairul Tanjung? Pengusaha sukses yang dijuluki si anak singkong ini, menginspirasi banyak orang. Julukan itu melekat pada dirinya sejak kecil. Teman-temannya dulu sering memanggilnya dengan julukan anak singkong sebagai sebutan lain dari anak kampung.

Biografi Chairul Tanjung

Chairul tanjung adalah pengusaha asal Indonesia, Lahir di Jakarta pada 18 Juni 1962. Kini ia dikenal luas sebagai pengusaha sukses yang memimpin CT. Corp.

Ayahnya seorang wartawan, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga. Namun, ketika orde baru, usaha ayahnya dipaksa tutup lantaran berbeda pandangan politik dengan penguasa saat itu. Keadaan ini membuat orang tua Chairul Tanjung menjual rumah dan tinggal di losmen yang sempit.

Ia menempuh pendidikan mulai dari SD dan SMP Van Lith, Jakarta pada tahun 1975 lalu SMA Negeri 1 Boedi Oetomo pada tahun 1981. Meskipun lahir dari keluarga yang sederhana, Chairul Tanjung tidak patah semangat dalam mengenyam pendidikan. Selepas SMA, ia melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia, dan tamat pada tahun 1987.

Baca juga  "Rutira Soes" Poduksi Sepatu Andalan Warga Binaan Rutan Kelas I Tangerang

Tidak sampai disitu, ia pun berhasil mengambil gelar MBA-nya dari Institut Pendidikan dan Pembinaan Manajemen pada 1993.

Chairul Tanjung dikenal sebagai pemuda yang pintar dan berprestasi. Karena kecerdasannya itu, ia terpilih sebagai mahasiswa teladan Nasional tahun 1984-1985.

Majalah ternama Forbes  menempatkan Chairul sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Ia berada di urutan ke-937 dengan total kekayaan mencapai USD 1 miliar, pada tahun 2010. Satu tahun kemudian, menurut Forbes, kekayaan Chairul telah meningkat lebih dari dua kali lipat, yakni dengan total kekayaan USD 2,1 miliar. Dan pada Tahun 2014, Chairul memiliki kekayaan sebesar USD 4 miliar dan termasuk orang terkaya nomor 375 dunia.

Tidak hanya menggeluti dunia bisnis, Chairul Tanjung juga pernah menjadi Mentri Ekonomi pada tahun 2014. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Chairul Tanjung sebagai Menko Perekonomian. Ia menggantikan Hatta Rajasa yang telah resmi mengundurkan diri.

Karir Bisnis Chairul Tanjung

Baca juga  Kapitan Pattimura: Sang Pahlawan Dari Maluku

Karir bisnis Chairul Tanjung dimulai dan diasah saat ia kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia. Ia berjualan buku kuliah stensilan, kaos, dan fotokopi di kampus, untuk memenuhi kebutuhan kuliahnya.

Chairul juga sempat membuka toko yang menjual alat kedokteran serta alat laboratorium. Namun, bisnis tersebut bangkrut.

Meskipun kerap kali gagal dalam dunia bisnis, Chairul Tanjung tidak pernah menyerah. Selepas kuliah, ia bersama tiga temannya merintis bisnis, membuat sepatu anak. Bisnis yang dinamai PT Pariarti Shindutama itu menghabiskan modal 150 juta yang dipinjam dari bank.

Bisnis tersebut membuahkan hasil dan berkembang pesat, bahkan langsung mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Akan tetapi karena permasalahan internal, Chairul Tanjung memilih pisah dan mendirikan usaha sendiri.

Akhirnya Chairul Tanjung mendirikan bisnis sendiri yang diberi nama Para Group pada tahun 1987. kini Para Group berganti nama menjadi CT Corp. Bisnis ini juga berkembang pesat karena Chairul Tanjung telah memiliki jaringan yang luas dalam dunia bisnis.

Baca juga  Sosok David Hume: Karya, Biliar, dan Ateis

Kepiawannya dalam dunia bisnis, kini Chairul Tanjung memiliki sejumlah perusahaan di bidang keuangan, di antaranya: Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah, dan Mega Finance.

Sementara di bidang properti dan investasi, perusahaan tersebut membawahi Para Bandung Propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, dan Mega Indah Propertindo. Di bidang penyiaran dan multimedia, Para Group memiliki Trans Tv, Trans7, Mahagagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio.

Khusus di bisnis properti, Para Group memiliki Bandung Supermall. Lalu, di bidang investasi, pada awal 2010 Para Group melalui anak perusahaannya, Trans Corp membeli sebagian besar saham Carefour Indonesia, yakni sejumlah 40 persen.

Dan pasa tanggal 1 Desember 2011, Chairul Tanjung meresmikan perubahan Para Grup menjadi CT. Corp.

CT Corp terdiri dari tiga perusahaan sub holding: Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources yang meliputi layanan finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, dan sumber daya alam.

Penulis: Ade Firdiansyah

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mari inspirasi dunia dengan pandangan brilianmu bersama Sabdanews!