HAHA Aquatic: Berawal dari Keisengan, Raup Cuan Lewat Bisnis Ikan Hias

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on tumblr

Sabdanews.net, Ekrafbis – Belakangan ini nampaknya bisnis ikan hias menjadi tren. Harga ikan hias pun cukup fantastis, dapat menembus puluhan bahkan ratusan juta. Selain itu, kompetisi ikan hias pun semakin menjamur.

Salah satunya, Tommy Reyvaldi (25). Pemilik usaha ikan hias HAHA Aquatic asal Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang ini telah merintis usahanya sejak awal 2019, hanya dengan modal Rp.100rb.

Kepada sabdanews, Tommy mengatakan, berawal dari nostalgia masa kecil, dirinya iseng membeli ikan hias dan aquarium. Beberapa hari kemudian, ikan yang dibeli beranak pinak, alhasil membutuhkan tempat atau media penyimpanan si anak ikan.

“Dari situlah, saya terpikir untuk merintis toko ikan hias sejak awal tahun 2019. selain karena hobi dan nostalgia masa kecil tadi, rupanya bisnis ikan hias juga cukup ramai dipasaran, diminati banyak orang dan tidak memandang usia.” ujar Tommy, Sabtu.

Baca juga  Pemkot Cilegon Jalin Kerja Sama Dengan PT Indonesia Power Jadikan Sampah di Kota Cilegon Menjadi Sumber Energi Listrik

Lanjutnya, di awal merintis hanya fokus untuk membuat ‘farm‘ kecil untuk ternak ikan hias guppy saja, memakai beberapa box sterofoam 60×30 dan ember untuk proses pemijahan dengan system outdoor di halaman rumah yang sempit.

Seiring berjalannya waktu, usahanya semakin berkembang. Selain ikan hias guppy, Tommy juga menjual ikan hias jenis lain.

“Sekarang jual Arwana, Peacockbass, Oscar, Koi, Koki, Manfish, Channa. Saya menyulap ruangan yang tadinya gudang kosong, menjadi beberapa rak, aquarium dan kolam terpal” ujarnya.

Terkait perawatan ikan hias, Tommy menjelaskan semua jenis ikan hias pada umumnya hampir sama. Dimulai dengan mengendapkan air di aquarium yang belum di isi ikan, selama satu sampai dua hari, Setelah itu baru bisa isi aquarium dengan ikan.

Baca juga  Lampu69: Ubah Pipa Paralon Jadi Lampu Hias Cantik

Perawatan selanjutnya, memberi pakan secukupnya dengan pelet, cacing, ulet atau jangkrik. Tergantung jenis ikan yang ada.

Untuk harga, Tommy mengatakan ikan hias non predator maupun ikan hias predator cukup bervariatif. Tergantung dari ukuran, kualitas dan tentu gengsi jenis ikan yang sedang banyak digemari atau sedang maraknya ajang kontestasi di jenis ikan tertentu.

“Nih contohnya, tahun ini sedang ramai ikan Channa, nah harga biasanya mulai dari RP. 50.000 sampai puluhan bahkan ratusan juta” ujarnya.

Selama tiga tahun bisnis ikan hiasnya berjalan, Tommy sudah mengirim ke luar daerah. Seperti, Jakarta. Bekasi, Cikampek, Jogjakarta.

Baca juga  Waspada Penipuan Mengatasnamakan Bank BJB

Selama pandemi pun, Tommy menuturkan, penjualan ikan hias makin melonjak, baik di jalur online maupun offline.

Menurutnya, terbukti dengan pemain lama dapat bertahan dan pemain baru semakin banyak. toko-toko ikan hias pun banyak bermunculan menghiasi pinggiran jalan-jalan raya Tangerang.

“Sehari bisa Rp.100-300rb, kalo rame bisa Rp. 500rb – Rp.1000.000. Di era pandemi, analisa saya justru penjualan ikan hias makin melonjak baik di jalur online maupun offline. Pemain lama dapat bertahan dan pemain baru semakin banyak” ujarnya.

Lapak ikan hias milik Tommy beralamat di Kampung Ppasir Gadung, Desa Suka Asih RT. 002/001. Bisa juga menerima pesanan dengan menghubungi 081210730961.

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp

2 Responses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mari inspirasi dunia dengan pandangan brilianmu bersama Sabdanews!