Motivasi di Luar Ekspektasi

Motivasi di Luar Ekspektasi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on tumblr

Sabdanews.net, Opini –  Motivasi adalah satu kata magic yang bisa merubah segalanya. Tanpa disadari, kata motivasi dan afirmasi  menjadikan murid yang di didik selama ini keluar dari tujuan pendidikan yang sebenarnya sebagaimana yang di cita- citakan oleh bapak pendidikan Ki Hajar Dewantara yaitu Ingarso sung tulado,  ing madyo mbangun karso, Tut Wuri Handayani yang artinya sebagai seorang guru mampu menjadi teladan dan mampu membangkitkan  semangat dan memberikan dorongan moral yang positif Semboyan ini mengajarkan guru agar senantiasa memberikan dukungan yang positif  kepada murid  dan memberikan teladan serta dorongan kepada murid yang di dampingi selama  dalam  proses kegiatan mengajar dan belajar. 

Adapun maksud motivasi pada semboyan ini adalah sebagai seorang guru perlu membimbing murid sesuai pada kodrad alam dan zamannya dengan cara menggali potensi yang sudah ada semenjak murid itu lahir.  Motivasi berupa reward sudah puluhan tahun membersamai murid dalam dunia pendidikan dalam rangka mengedukasi murid baik di sekolah formal maupun informal. Hal  tersebut,  sering dilakukan oleh semua guru bahkan sudah dibiasakan dari zaman sekolah  tingkat  TK sampai sekolah tingkat SMA.  Anak didik di TK dibiasakan jika mengerjakan tugas dan  belajar dengan penuh semangat maka mereka akan mendapatkan bintang. 

Baca juga  Kapolri: Syarat wajib PTM Vaksinasi Harus Sudah 70 Persen

Semakin banyak bintang yang dikumpulkan maka murid tersebut semakin bersemangat. Beda hal yang terjadi pada murid ketika  mereka tidak dapat bintang maka mereka  tidak bersemangat dalam belajar.

Berlanjut Naik ke sekolah tingkat SD murid juga diperlakukan yang sama oleh gurunya. Para guru masih melakukan hal yang sama memotivasi  murid dengan memberikan hadiah atau reward serta  pujian .  kata pujian yang sering diberikan guru adalah “ wah kamu hebat, kamu luar biasa,good job dan lain-lain.  Pujian atau reward  yang diberikan hanya berdampak pada beberapa murid saja.  Murid yang lain tidak ada effect  hadiah  atau reward tersebut.  Aktifitas ini dibuktikan dengan indicator keberhasilan hadiah untuk memotivasi hanya sedikit yang ditemukan pada setiap kelas. Murid yang mendapat hadiah atau reward  adalah orang yang sama dengan yang sebelumnya. Setelah di amati dan diperhatikan murid murid yang mendapat reward berubah haluan menjadi murid  yang  lazim di sebut sebagai  reward oriented .  Mereka  bukan menjadi murid yang benar-benar belajar karena rasa ingin tahu yang tinggi untuk mengetahau suatu pelajaran  akan tetapi  belajar karena ingin mendapatkan reward.

Baca juga  Anggota DPRD Provinsi Banten Fraksi PKS Kecam Tindakan Oknum Yang Jadikan Al-Quran Sebagai Pembungkus Petasan

Reward oriented ini menjadikan murid memiliki mental yang egois menganggap tidak ada symbiosis mutualism. Kenapa egois seperti itu? Dalam proses kegiatan  belajar dan mengajar  ada kalanya murid perlu berkolaborasi dan berdiskusi dengan teman kelompoknya di kelas. Murid yang biasa mendapat reward cenderung individualis dan tidak mau berbagi karena takut tersaingi alhasil mereka akan susah dalam berdiskusi.  Mental building inilah yang menjadikan mereka mengalami kendala dalam bersosialisasi dalam masyarakat luas, mereka merasa hebat dan tidak butuh orang lain.  Mereka terbiasa hidup sendiri dan tidak peduli terhadap orang lain. Karakter ini  tidak baik untuk pertumbuhan psikologis mereka dalam hidup bersosial.

Menurut Connie frith “kekuatan dorongan  dari luar dapat mempengaruhi prilaku, namun pada akhirnya kekuatan motivasi dari dalam dirilah yang mempertahankan  perilaku”

Baca juga  Subadri Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Di SMPN 11 Curug Kota Serang

Berdasarkan statement di atas motivasi dari orang lain tidak berpengaruh signifikan untuk kemajuan seseorang.  

Semangat dan kemauan dari dalam diri pribadi yang menjadikan seseorang memiliki character building yang tangguh  sehingga siap menghadapi kehidupan  dan  kendala dalam masyarakat luas serta memiliki kematangan berfikir dengan emosional yang stabil, seorang guru yang kreatif dan inovatif perlu  mengetahui dampak dari  pemberian motivasi berupa reward  akan berpengaruh pada masa depan murid untuk jangka panjang (long term). Sebagai seorang pendidik perlu melakukan perubahan dalam memberikan motivasi pada murid dengan cara yang berbeda.  Adapun cara yang bisa dilakukan dalam menerikan motivasi yang biasa menggunkan  kata good job di alihkan dengan menggunakan kata seperti:

“Ananda sudah melakukan tahapan yang benar dalam mengerjakan tugas, teruslah berkarya”

“Bisa diceritakan kembali bagaimana  caranya nak sehingga teman yang lain bisa memahami maksudnya? “

“Menurut ananda  apa manfaat dari materi ini untuk dipelajari?”

Oleh:

Nurhasanah, SS
Guru SMP Negeri 2 Tigaraksa Kabupaten Tangerang

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mari inspirasi dunia dengan pandangan brilianmu bersama Sabdanews!