Masyarakat Mancak Minta Pemkab Serang Tindak Tegas Aktivitas Tambang yang Rugikan Masyarakat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on tumblr

Sabdanews.net, Serang Raya – Maraknya penambangan pasir di Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, membuat masyarakat resah dan menimbulkan masalah yang cukup serius di lingkungan warga.

Hal itu disampaikan oleh DPK Ketua KNPI Mancak, Sevtyan Setiawan.

Ia mengatakan pemerintah harus punya langkah solutif agar tidak terjadi konflik yang berkepanjangan.

“Tujuannya supaya tambang pasir milik perorangan tidak liar, ada pemasukan untuk daerah, dan masyarakat tidak dirugikan dan yang paling Penting tidak menimbulkan korban jiwa,” ungkapSevtyan, Rabu (29/06).

Sevtyan mengungkapkan telah terjadi kecelakaan pada Selasa (28/06) kemarin yang menewaskan dua orang pengendara motor akkibat aktivitas tambang yang ada di Wilayah Mancak.

Baca juga  DPP Partai Demokrat Sebut Gugatan Kubu Moeldoko Pembodohan Publik

“Supaya tidak ada lagi korban jiwa, lingkungan yang asri tetap terjaga, mengingat Kecamatan Mancak adalah penopang dan penjaga ekosistem bagi wilayah Cilegon, dan masyarakat tidak merasa diresahkan dengan adanya aktivitas galian C ini,” tegasnya.

Adanya aktivitas truk di wilayah mancak, lanjut Sevtyan, membuat Jalan Raya Mancak-Krenceng rusakk parah.

“Adanya penambangan pasir ilegal serta penolakan dari warga sebelumnya juga belum ditanggapi Muspika setempat dan Pemerintah Kabupaten Serang (Bupati),” ungkapnya

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Mancak, Rizki Hardiatna. Ia mengatakan pemerintah harus segera menyelesaikan persoalan serius tersebut dan ia meminta para pemilik tambang untuk memerhatikan kekuatan jalan agar truk-truk pengangkut hasil tambang tidak merusak jalan.

Baca juga  Kasus Pemerkosaan Terhadap Gadis Difabel di Kota Serang Kembali Digelar

“Tolong lah warga yang punya truk, khususnya kepada yang punya galian. kapasitas jalan kita hanya delapan ton,” katanya.

“Jika muatan yang diangkut melebihi itu, maka jalan akan cepat rusak dan dana untuk memperbaikinya tidak ada lagi atau menunggu beberapa tahun kemudian, dan kami sudah bosan menunggu maka dari itu kita harus sama sama menjaga jangan terkesan masa bodo,” imbuhnya.

Di samping itu, Ketua Harian Serang Barat Laskar Merah Putih (LMP), Rohma menilai banyaknya debu akkibat truk pengangkut tambang yang tak henti-henti beraktivitas membuat jalan menjadi rawan kecelakaan.

Baca juga  Ombudsman Banten Apresiasi Kapolda Banten Dalam Pengendalian Pandemi Covid-19

Rohman menegaskan apabila hal tersebut tidak segera ditangani pihaknya akan membuat aksi pasang 1000 spanduk larangan operasi bagi truk pengangkut pasir.

Senada dengan Rohman, Dedi Kelana, Ketua BPPKB Baju Maung Mancak berharap perusahaan tambang pasir mentaati aturan, baik secara administrasi maupun aturan mengenai kerusakan lingkungan.

“Perizinannya dan mobil angkutan selama ini yang sudah berjalan tidak taat,” ungkapnya.

“Mobil tidak tutup terpal sehingga menimbulkan Ceceran tanah dan Kapasitas muatan melebihi sehingga Jalan pada retak dan longsor di beberapa titik. Sehingga Menimbulkan kecelakaan dan merugikan masyarakat,” pungkasnya.

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mari inspirasi dunia dengan pandangan brilianmu bersama Sabdanews!