Kasus Penembakan Sesama Polisi Belum Usai, Dema UIN Banten Pertanyakan Sikap Kapolri

Kasus Penembakan Sesama Polisi Belum Usai, Dema UIN Banten Pertanyakan Sikap Kapolri

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on tumblr

Sabdanews.net, Serang Raya – Kasus penembakan polis oleh sesama polis yang masih belum menemukan titik terang hingga saat ini membuat Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIn Sultan Maulana Hasanuddin Banten mempertanyakan sikap Kapolri.

Ketua Umum Dema UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, M. Syahrus Sobirin mengatakan kasus penembakan yang terjadi di rumah Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo masih menyisakan banyak kejanggalan.

“Ada, Banyak miskom terkait update kasus yang terjadi di kediaman Kadiv propam ini yang mengakibatkan tewasnya Brigadir Nopryansah Yoshua Hutabarat yang merupakan supir dari Ferdy Sambo, lalu terjadi baku tembak dengan Bharada E yang merupakan pengawal Kadiv propam karena diduga melakukan pelecehan terhadap istri dari Ferdy Sambo ini,” ungkapnya.

Baca juga  Kapolri Tekankan Itwasum Polri Harus Jadi Wasit Tegas yang Tak Ragu Keluarkan Kartu Merah

“Hal ini perlu kiranya dituntaskan secara menyeluruh karena dapat berimbas kepada integritas institusi kepolisian,” imbuh Sobirin.

Sobirin juga mengingatkan bahwa Polri harus membuka informasi secara transparan atas kasus pembunuhan dirumah Kadiv propam ini, Karena, lanjut Sobirin, kasus tersebut telah menjadi konsumsi publik dan membuat masyarakat berspekulasi secara liar.

“Isu-isu liar seperti ini tentu akan memperburuk reputasi kepolisian RI sebagai institusi penegak hukum yang tidak mampu untuk mengusut tuntas kasus internal,” jelasnya.

“Isu-isu liar yang tersebar hari ini menjadikan citra institusi polri buruk di mata masyarakat, mulai dari informasi hilang nya hp dari brigadir J tidak lama berselang polisi mengklarifikasi bahwa hp dari brigadir J tidak hilang dan sedang diamankan sebagai barang bukti, terkait cctv yang diganti juga intimidasi oleh oknum polisi di kediaman Ferdy Sambo terhadap pers yang sedang meliput,” lanjut Sobirin.

Baca juga  KNPI Banten Dukung Gubernur Banten Memecat 20 Pejabat Yang Mengundurkan Diri

Sobirin meminta Kapolri untuk segera mengambil tindakan tegas dan strategis untuk menyelesaikan persoalan tersebut untuk menjaga citra Polri yang presisi sesuai visi Kapolri.

“Jadi, agar mengembalikan citra kepolisian yang komitmen menjaga objektivitas, transparansi dan akuntabel, agar menindak tegas oknum yang menghalangi proses penyidikan kasus ini,” tegas Sobirin

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah membentuk tim khusus untuk mengusut kasus ini yang dipimpin oleh Wakapolri Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono. 

Baca juga  Gelar Maulid Nabi : Walikota Serang Ajak Pegawai Pemkot Teladani Akhlak Nabi

“Oleh karena itu, saya telah membentuk tim khusus yang dipimpin oleh Pak Wakapolri, Pak Irwasum, kemudian ada Pak Kabareskrim, Pak Kabik (Kabaintelkam) kemudian juga ada As SDM, karena memang beberapa unsur tersebut harus kita libatkan termasuk juga fungsi dari Provos dan Paminal,” Ujarnya Jenderal Sigit di Mabes Polri, Selasa (12/7).

Sebagaimana diketahui, Jumat pekan lalu telah terjadi kontak tembak antara Brigadir J dengan Bharada RE. Penembakan terjadi diduga karena istri Inspektur Jenderal Ferdy Sambo berteriak meminta tolong saat dilecehkan dan ditodong pistol oleh Brigadir J.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mari inspirasi dunia dengan pandangan brilianmu bersama Sabdanews!