Kenali Budaya Baduy, Mahasiswa PPKn Unbaja Lakukan Saba Baduy Dalam

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on tumblr

Sabdanews.net, Lebak – Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewargangaraan angkatan tahun 2020 Universitas Banten Jaya mengadakan kegiatan Saba Budaya Baduy Dalam. Dilaksanakan Selasa-Rabu, 15-16 November 2022.

Kegiatan ini adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk memenuhi tugas mata kuliah Studi Masyarakat Indonesia. Dalam kegiatan ini, melibatkan dosen dan mahasiswa PPKn angkatan tahun 2020.

Alamsyah Basri, ST., MH, dosen pengampu mata kuliah Studi Masyarakat Indonesia mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menambah wawasan mahasiswa tentang budaya Baduy.

Baca juga  Pemkot Serang Keluhkan Pengelolaan Kawasan Banten Lama Oleh Pemprov Banten

“Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk menambah pengetahuan, wawasan dan kepedulian kita terhadap salah satu budaya masyarakat yang ada di indonesia. Khususnya di wilayah Banten yaitu Budaya Baduy Dalam,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan kegiatan yang bersentuhan secara langsung dengan kepala desa (Jaro) dan masyarakat suku baduy, yang mana suku baduy ini merupakan kelompok masyarakat adat yang menempati desa Cikeusik, kecamatan Leuwidamar, kabupaten Lebak, provinsi Banten. Kehidupan masyarakat suku baduy yang masih menjalankan adat istiadat yang diturunkan oleh nenek moyang, dengan kepercayaannya yaitu Sunda Wiwitan yang mana masyarakat asli suku sunda yang melakukan pemujuaan terhadap kekuatan alam dan arwah leluhur yang bersatu dengan alam.

Baca juga  Polri Sebar 458 Ton Beras dan 15.000 Paket Sembako untuk Masyarakat Banten Terdampak PPKM Darurat

Jaro Alim selaku kepala desa Cukeusik Baduy Dalam menjelaskan bahwa masyarakat Baduy Dalam masih menjalankan budaya dan tradisi dari nenek moyang.

“Masyarakat baduy dalam ini sangat menjalankan tradisi dan pantangan yang menjadi larangan bagi masyarakat baduy dalam khusus nya kecamatan Cikeusik, seperti tidak boleh adanya pacaran sebelum menikah, tidak boleh adanya perceraian, perselingkuhan, pernikahan dengan orang dari luar baduy dalam dan tidak diperbolehkan untuk menikah lagi terkecuali salah satunya meninggal dunia,’’ ujarnya.

Baca juga  Tinjau Vaksinasi Massal KSPSI di Sumedang, Kapolri: Kesehatan Buruh Terjaga Ekonomi Bertumbuh
Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mari inspirasi dunia dengan pandangan brilianmu bersama Sabdanews!